Padi Inpari IR Nutri Zinc Akan Ditanam di Karangmojo & Ponjong

Ilustrasi. - AntaraFoto/ Yusran Uccang
07 September 2021 08:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI—Padi jenis Inpari IR Nutri Zinc yang dinilai memiliki kandungan gizi yang baik, akan diuji coba di Gunungkidul. Padi jenis Inpari IR Nutri Zinc selain kandungan zinc yang tinggi cocok untuk gizi, juga baik untuk ibu hamil dan anak-anak yang stunting.

Kepala Bidang Tanaman dan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan kuota yang diperoleh Gunungkidul nantinya akan ditanam pada musim hujan pertama.

BACA JUGA : Berhasil Dipanen, Kulonprogo Kembangkan Varietas Padi

“Untuk wilayah yang akan dilakukan uji coba nantinya di Kapanewon Ponjong dan Karangmojo. Dimana wilayah ini lahan pertaniannya berupa sawah dan terus berproduksi sepanjang tahun. Untuk kepastian kami masih mencari dengan Balai Penelitian Tanaman Pangan [BPTP] DIY,” ujar Raharjo, Senin (6/9/2021).

Raharjo juga mengungkapkan nantinya akan segera ditawarkan dengan petani atau kelompok tani. Sebab musim hujan pertama, diperkirakan sudah tinggal 1,5 bulan lagi. Perlu adanya kesiapan untuk kegiatan pertanian.

Ditarget nanti setidaknya 5 hektar lahan jadi sasaran padi varietas IR Nutri Zinc. Ada sejumlah keunggulan yang dimiliki jenis padi ini. Potensi kandungan Zinc atau Zn bisa mencapai 34,51 ppm dengan rata-rata 29,54 ppm.

“Kemudian umur termasuk genjah kurang lebih 115 hari, tekstur nasi yang pulen dengan kadar Amilosa 16,60%, dan produksi yang tinggi mencapai 8,98 ton per hektar atau rerata 6,21 ton per hectare. Selain itu tahan dengan hama wereng dan sangat cocok ditanam di sawah irigasi,” ujar Raharjo.

BACA JUGA : Cegah Stunting, Kulonprogo Tanam Padi Varietas Unggul

Dengan kandungan Zinc tersebut, padi jenis ini dinilai baik untuk ibu hamil. Mengkonsumsi beras varietas tersebut, dapat mengurangi risiko stunting pada anak nantinya. Kasus stunting tidak bisa dipungkiri, masih menjadi permasalahan tersendiri, termasuk di Gunungkidul. Diharapkan dengan langkah ini juga, setidaknya dapat mengurangi kasus atau potensi stunting.