Watu Lumbung Tak Layak Buka, DIY Usulkan Objek Wisata Lain

Komisi B DPRD Bantul melakukan sidak ke Watu Lumbung Culture Resort, Kamis (9/9/2021). - Harian Jogja/Jumali.
10 September 2021 11:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengajukan objek wisata Pinus Sari, Mangunan, Dlingo, sebagai pengganti Watu Lumbung Culture Resort dalam daftar 20 objek wisata percontohan yang dibuka selama PPKM level 3.

Pelaku wisata di Pinus Sari telah disuntik vaksin Covid-19. Objek wisata yang menawarkan suasana hutan pinus itu juga telah mengantongi sertifikat jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan program Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan (CHSE).

BACA JUGA: Sepi Wisatawan, Perajin Makanan Geplak Keluhkan Penurunan Penjualan

"Dari provinsi kemarin akan mengajukan Pinus Sari, Mangunan," kata Sekretaris Dispar Bantul Annihayah, Jumat (10/9/2021).

Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo Purwo Harsono juga menyebutkan  pengajuan Pinus Sari, Mangunan sebagai satu dari 20 objek wisata percontohan.

"Kami siap. Secara teknisnya kami masih menunggu komunikasi lanjutan," katanya.

Purwo Harsono mengatakan sarana dan prasarana Pinus Sari sudah siap menyambut pengunjung. Tempat cuci tangan dan penerapan protokol kesehatan bisa dimaksimalkan di tempat tersebut. "Selain itu, pelaku wisata di sini juga telah divaksinasi. Kami juga sudah mengantongi sertifikat CHSE," ucapnya.

Sementara pemilik sekaligus pengelola Watu Lumbung Boy Rifai tidak mempermasalahkan jika lokasi tersebut batal sebagai lokasi objek wisata percontohan.

"Kami tidak masalah. Silakan kalau ada yang lebih baik. Toh kami nantinya tidak perlu repot membikin laporan ke kementrian," katanya.

Boy mengatakan saat ini sudah cukup banyak pengunjung yang telah mengajukan reservasi di tempatnya. Pesanan mulai dari 9 sampai 21 September 2021 sudah penuh.

Sebagai tahap awal, Watu Lumbung hanya akan mengoperasionalkan restoran Serambi Langit yang menawarkan pemandangan Parangtritis dan sungai. Selain itu, sejumlah cottage juga siap untuk digunakan.

BACA JUGA: MA Ungkap Alasan Tolak Uji Materi Pegawai KPK Soal Tes Wawasan Kebangsaan

"Kami akan menerapkan 6 M dan 1 P. Tidak hanya 5 M yang diterapkan, karena kami menambah 1 M yakni menu sehat dan pikiran yang sehat," katanya.

Boy mengatakan temat cuci tangan saat ini terus dipersiapkan. Selain itu, barcode PeduliLindungi sudah jadi dan tinggal diambil.

"Soal sinyal tidak ada masalah. Kami juga ada wifi," ucap Boy.