Cegah Kecelakaan, Truk Dilarang Lewati Jalur Breksi

Lokasi kecelakaan di kawasan Tebing Breksi. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak.
10 September 2021 08:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara resmi merekomendasikan kepada Dishub Sleman agar melarang truk melewati jalur Tebing Breksi setelah terjadinya kecelakaan truk yang menewaskan enam orang beberapa waktu lalu.

Plt Ketua Sub Komite Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) KNKT, Ahmad Wildan, menjelaskan berdasarkan analisa geometrik jalan dan spesifikasi teknis kendaraan, disimpulkan jalur Tebing Breksi adalah jalan yang sangat berisiko.

“Dengan jarak sepanjang 1,83 km, memiliki perbedaan ketinggian 191 meter dan gradeability [kemampuan mendaki tanjakan yang dapat ditempuh oleh kendaraan] maksimal 35 persen,” ujarnya, Kamis (9/9/2021).

BACA JUGA : Telan 6 Korban Meninggal, Begini Kronologi Kecelakaan Maut

Sementara dari spesifikasi teknis kendaraan, diketahui bahwa truk merk Isuzu Light Truck hanya memiliki kemampuan torsi (dorongan kekuratan mesin) dengan gradebility 25%. Dengan kemampuan torsi di bawah geometrik jalan, akan terjadi hal-hal yang bisa membahayakan.

Jika pengemudi menggunakan gigi 2, maka kampas remnya tidak akan mampu menahan disipasi (gesekan) panas yang dihasilkan dari gesekan kampas dan tromol dan dpt dipastikan akan terjadi  rem blong. Jika pengemudi menggunakan gigi 1, maka akan terjadi over running.

“Karena kemampuan torsinya by design jauh di bawah grade yang eksisting, maka pada saat mesin mengalami over running, temperatur mesin akan naik dgn cepat dan akan diikuti dgn kerusakan mesin sebelum akhirnya mesin bisa meledak,” ungkapnya.

Pada kondisi ini, pengemudi pasti akan mencoba memindahkan gigi, tapi bisa dipastikan pemindahan gigi pada jalan menurun akan gagal dan masuk ke gigi netral. Posisi netral bisa terjadi baik pada saat pengemudi menggunakan gigi 2 dan akan berpindah ke 1 maupun sebaliknya.

“Oleh sebab itu, kecelakaan ini murni karena penggunaan kendaraan yang melampaui kemampuan teknisnya. Sekalipun itu kendaraan baru, dan pengemudinya high skill, tetap akan terjadi kegagalan karena kemampuan teknis kendaraannya jauh di bawah kondisi geometrik jalan,” katanya.

BACA JUGA : Pengelola Tebing Breksi Berharap Wisata Segera Dibuka

Dari hasil analisis ini, KNKT menyarankan kepada Dishub Sleman agar melarang truk masuk pada rute tersebut. Di Indonesia, truk konvensional hanya memiliki torsi dengan gradebility di bawah 30%. Truk dengan gradebility di atas 30% biasanya diperuntukkan bagi truk di daerah tambang seperti HINO seri 700.

“KNKT juga meminta Kadishub menginventarisasi daerah lainnya di wilayah Sleman yang memiliki karakteristik seperti itu,” ujarnya.