Uji Coba Pembukaan Wisata di DIY Diharapkan Berdampak ke Wisata Lain

Ketua BPPD DIY, GKR Bendara saat meninjau pelaksanaan vaksin bagi difabel dan masyarakat umum di Taman Pintar belum lama ini. - Harian Jogja/Yosef Leon Pisnker
11 September 2021 11:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY menyebut, kondisi PPKM yang berkepanjangan membuat hampir semua pelaku industri wisata menyerah akibat terdampak pandemi. Uji coba pelaksanaan wisata di Jawa, khususnya tiga lokasi di DIY, diharapkan berjalan dengan optimal sambil tetap menegakkan aturan protokol kesehatan agar berdampak baik kepada industri itu secara keseluruhan.

Ketua BPPD DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara mengibaratkan, pelaku wisata telah mengibarkan bendera putih tanda menyerah di masa PPKM ini. Penutupan wisata yang berbulan-bulan lamanya membuat penghasilan berhenti. Oleh karenanya dia berharap masyarakat bisa bahu-membahu dalam penanganan Covid-19 agar DIY bisa kembali turun level dan wisata bisa kembali dibuka.

"Karena memang semua pelaku pariwisata itu sudah angkat bendera putih ya. Tidak hanya di Jogja saja, tapi semua kabupaten juga sama, jadi harapannya kita bisa mencapai level PPKM 2 dan kita bisa membuka semuanya termasuk wisata," kata Bendara, Sabtu (11/9/2021).

Dia juga menyambut baik masa uji coba 20 destinasi wisata se-Jawa dan tiga di wilayah DIY. Kebijakan ini dianggapnya sebagai angin segar dan harapan baru bagi pelaku pariwisata untuk kian mempersiapkan dan mematangkan prosedur operasional. "Harapannya yang tiga wisata uji coba itu berhasil ya dan kita juga bisa segera diinisiasi untuk buka semuanya. Jadi dari tiga itu nanti harapannya bertahap untuk kemudian bisa perlahan-lahan dibuka semua objek wisata sampai akhir tahun nanti," ungkap dia.

Saat pengajuan destinasi wisata uji coba ke pusat beberapa waktu lalu, Pemda DIY memang mengusulkan puluhan destinasi yang dinilai paling siap beroperasi di masa PPKM ini. GKR Bendara menyebut, pengusulan kepada pusat itu lebih diutamakan bagi destinasi seperti desa wisata yang masyarakat sekitarnya banyak menggantungkan hidup pada sektor tersebut. Sementara pada wisata Kraton, saat ini masih tetap tutup karena dinilai belum siap.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Madrasah Muhammadiyah di Bantul

"Semua keputusan kan ada di pusat, jadi memang ada beberapa yang diusulkan Dispar DIY, tapi karena kondisinya wisata Kraton kan sedang renovasi dan juga berada di pemukiman padat penduduk jadi memang tidak kami usulkan untuk masuk uji coba. Dan yang diusulkan kemarin memang semacam desa wisata yang bisa mengembangkan ekonomi lokal dan sumber pendapatan bagi warga sekitar, harapannya begitu," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan, ia terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat serta berbagai destinasi wisata untuk persiapan infrastruktur maupun kelengkapan lain di masa uji coba wisata nanti. Kemungkinan dalam waktu dekat uji coba akan segera dilaksanakan.

"Komunikasi terus terjalin, targetnya uji coba pekan ini mungkin. Semoga persiapannya juga sudah oke dan destinasi kian matang. Destinasi kan sudah siap, apalagi kalau sudah CHSE nanti sambil ada pengawasan juga dari masyarakat maupun wisatawan sendiri," ungkap Singgih.

Menurut Singgih, cakupan vaksin kepada pelaku wisata sudah melebihi target. Dia mengklaim bahwa sebanyak 90 persen pelaku pariwisata dari berbagai sektor telah divaksin. "90 persen pelaku wisata sudah divaksin. Karena cukup masif ya, dan tiap hari juga dilakukan. Sekarang kita sudah berikan kesempatan juga kepada keluarga dan masyarakat sekitar destinasi, jadi tidak hanya pelaku pariwisata saja ya," urainya.