Advertisement
Ingin PTM Segera Dibuka, Siswa Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diikuti ratusan pelajar di SMK Muhammadiyah Cangkringan, Sabtu (11/9/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN- Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman dibantu Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PDM Sleman terus menggelar vaksinasi bagi pelajar Muhammadiyah. Hal ini dilakukan untuk memenuhi syarat penerapan pembelajaran tatap muka (PTM).
Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah DIY, Marwoto Hadi Nugroho mengatakan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 digelar di masing-masing sekolah. Hal ini dilakukan agar sasaran vaksinasi bagi para siswa dapat terdata dengan baik.
Advertisement
"Kami siapkan proses pembelajaran tatap muka. Kami berharap untuk pelajar SMA/SMK Muhammadiyah sebanyak 84 di DIY seluruhnya segera divaksin," katanya saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di SMK Muhammadiyah Cangkringan, Sabtu (11/9/2021).
Dalam pelaksanaannya, Dikdasmen bekerjasama dengan PKU Muhammadiyah, Kodim dan Polda. Selain digelar SMK Muhammadiyah Pakem dan Cangkringan, kegiatan vaksinasi pada Sabtu (11/9/2021) digelar di Ponpes MBS Prambanan. "Di Pakem sasarannya 650 siswa, di Cangkringan 450 siswa dan di MBS Prambanan 2000an santri," katanya.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Booster Hanya untuk Orang dengan Imun Lemah
Dia berharap, setelah kegiatan vaksinasi digelar proses PTM bisa segera dilaksanakan. Hanya saja, waktu pelaksanaan PTM tetap menunggu surat resmi dari pemerintah. "Yang jelas setelah vaksinasi kedua, paling tidak semester depan sudah bisa dilaksanakan PTM. Uji coba sudah banyak dilakukan terutama bagi SMK yang produktif seperti praktikum tapi tetap digelar terbatas ya sekitar 30% siswa," katanya.
Hal senada disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah Cangkringan Dwi Gunarto. Dijelaskan Dwi, selama pandemi Covid-19 siswa merasa kesulitan untuk melakukan praktik. Praktikum siswa membutuhkan pendampingan langsung dari gurunya. "Kalau praktikum hanya digelar secara daring, itu menyulitkan siswa. Siswa bisa kurang kompeten. Apalagi yang jurusan TKRO, teknik kendaraan ringan otomotif. Kalau ada yang kesulitan, siswa konsultasi ke sekolah," ujarnya.
Selain siswa, lanjut Dwi, guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut sudah mendapatkan vaksin Covid-19. Hal itu dilakukan untuk mendukung segera diselenggarakannya PTM. "Kami masih menunggu instruksi dari Dinas dan Dikdasmen. Kami siap melaksanakan. Intinya kami menunggu instruksi saja. Keinginan para siswa, PTM segera digelar dengan protokol kesehatan. Makanya mereka mau untuk divaksin," katanya.
Salah seorang siswi SMK Muhammadiyah Cangkringan, Suryaningsih, awalnya mengaku takut mendapatkan suntikan vaksin. Namun setelah selesai disuntik, ia mengaku biasa saja. Dia berharap kegiatan PTM segera dilaksanakan setelah kegiatan vaksinasi kedua diberikan kepada siswa.
"Iya ingin segera sekolah lagi. Kalau di rumah, belajar daring tidak jelas. Inginnya belajar di sekolah," kata siswi kelas XI ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Tabrak Truk yang Putar Balik, Pengendara Motor Tewas di Gamping Sleman
Advertisement
Advertisement








