Banyak Wisatawan Lolos Lewat Joki, Begini Tanggapan Bupati Gunungkidul

Pengunjung sedang bermain di kawasan Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari, Jumat (14/5/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
14 September 2021 15:07 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, tidak menyalahkan petugas penyekatan di tempat pemungutan retribusi (TPR) menyusul lolosnya pengunjung ke kawasan pantai. Sebab, wisatawan memanfaatkan jalur-jalur tikus yang dipandu oleh joki.

“Memang tidak lewat TPR karena lewatnya melalui jalur-jalur kecil yang dipandu joki,” katanya kepada wartawan, Selasa (14/9/2021).

BACA JUGA: Penerapan Ganjil Genap ke Lokasi Wisata Masih Dibahas

Sunaryanta juga memaklumi tindakan para wisatawan yang memanfaatkan jasa joki untuk bisa masuk wisata. Ia menilai fenomena seperti itu sulit dicegah.

“Sudah dijaga agar tidak bisa masuk, tapi tidak bisa 100% dicegah karena ada wisatawan yang mencari cara agar tetap bisa masuk,” katanya.

Meski demikian, Sunaryanta berjanji akan tetap memaksimalkan penjagaan di jalur-jalur menuju wisata karena seluruh destinasi wisata di Gunungkidul masih tetap ditutup.

Ia pun berharap masyarakat untuk tetap bersabar, karena pembukaan destinasi masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI. “Sejauh ini belum ada informasi lebih lanjut karena tidak ada daftar destinasi wisata [Gunungkidul] yang diizinkan buka kembali. Tapi, kami juga melakuka persiapan, salah satunya membuat kajian terkait dengan kapasitas pengunjung di tempat wisata,” ujar Sunaryanta.

BACA JUGA: Telkom Pastikan Keamanan Data dan Keaslian Status PeduliLindungi

Kasat Lantas Polres Gunungkidul AKP Martinus Sakti Givriyanto mengatakan di akhir pekan lalu polisi merazia para joki yang mangkal di pinggir jalan. Aparat menyamar sebagai wisatawan.

“Hasil pemeriksaan tidak ada paksaan, karena para joki mengutip bayaran seikhlasnya,” katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan seluruh destinasi wisata masih tetap ditutup di perpanjangan PPKM yang ke-9 kalinya ini. Perpanjangan berlaku sejak hari ini hingga 20 September mendatang.