Tak Penuhi Syarat, 6 Bus Wisatawan di Tebing Breksi Dipaksa Putar Balik

Taman Wisata Tebing Breksi, Sabtu (18/9/2021). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
18 September 2021 19:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Pengelola Tebing Breksi cukup tegas menerapkan aturan selama masa uji coba pembukaan destinasi wisata. Wisatawan yang tidak memenuhi syarat, seperti tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi, tidak diperkenankan masuk.

Pengelola Taman Wisata Tebing Breksi Khaliq Widiyanto mengatakan setidaknya ada enam rombongan bus yang tidak diperkenankan masuk ke destinasi tersebut. Rombongan bus wisata tersebut tidak dapat masuk karena sebagian wisatawan belum divaksinasi dan tidak memiliki aplikasi PeduliLindungi. 

"Hari ini ada enam bus yang terpaksa balik kanan. Salah satunya pelat G. Selain ada rombongan yang belum divaksinasi, sebagian membawa anak-anak (di bawah usia 12 tahun)," kata Khaliq kepada Harian Jogja, Sabtu (18/9/2021).

Kebijakan tersebut, kata Khaliq, dilakukan sesuai aturan dari pemerintah yang mewajibkan wisatawan sudah divaksinasi, dibuktikan dengan menscan QRCode melalui aplikasi PeduliLindungi. 

"Selain itu, anak di bawah usia 12 tahun dan lansia di atas 70 tahun sesuai aturan pemerintah tidak boleh untuk masuk ke lokasi selama masa uji coba ini," katanya.

Khaliq berharap agar wisatawan sebelum berangkat mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan Visiting Jogja serta mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. Tujuannya, agar ketika sampai di lokasi wisata tidak diminta putar balik oleh petugas. 

Dia berharap seluruh wisatawan termasuk para guide untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah ini. Dia tetap berpedoman pada aturan pemerintah. Semisal ada wisatawan usia anak-anak di atas 12 tahun, tetapi sudah divaksinasi dan memiliki aplikasi PeduliLindungi, petugas tidak akan melarang masuk.

"Tadi ada anak-anak (remaja) juga. Mereka sudah divaksinasi dan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Jadi memenuhi syarat. Kalau yang rombongan, satu bisa masuk semua masuk dan satu tak bisa masuk, semua balik kanan. Rata-rata begitu," ujarnya.

Disinggung soal penerapan ganjil genap kendaraan yang masuk ke Tebing Breksi, Khaliq belum dapat menjawab. Namun, jumlah wisatawan yang datang hingga Sabtu siang mencapai 360 orang. "Untuk pengaruh akibat ganjil genap kami tidak bisa membandingkan dengan jumlah

kunjungan saat ini sebanyak 360 orang," katanya.

Sejumlah kendaraan wisatawan yang akan naik ke taman wisata Tebing Breksi diperiksa satu per satu oleh petugas di persimpangan tiga jalan Candi Ijo. Tidak hanya kendaraan bernomor polisi AB, petugas juga menanyakan tujuan dari kendaraan wisatawan pelat non AB. 

Ketika mendapati kendaraan dengan nopol ganjil, petugas meminta kendaraan tersebut untuk putar balik. Sesuai dengan penanggalan saat ini yang genap 18 September, yang bisa naik ke Tebing Breksi hanyalah kendaraan dengan nopol genap. Sejak pagi hingga siang hari, sudah puluhan kendaraan yang diputar balikkan oleh petugas karena tidak sesuai plat nomor ganjil.

"Iya, kami memutarbalikkan kendaraan yang berplat ganjil. Yang boleh naik hanya kendaraan plat genap karena hari ini tanggal genap. Sudah banyak yang diputar balikkan," kata salah seorang petugas dari Dishub Sleman, Agung W di lokasi kegiatan. 

Penerapan ganjil genap kendaraan yang ingin berwisata ke Tebing Breksi, lanjut Agung, diterapkan pada Sabtu dan Minggu. Operasi digelar sejak pukul 07.00 WIB hingga 18.00 WIB. Tidak hanya kendaraan roda empat, kendaraan roda dua juga diminta balik. "Kalau kami niteni mana wisatawan mana yang warga sekitar. Mesti ketahuan," katanya.