Seragam Gratis Siswa Baru di Bantul Mulai Dibagikan Awal Agustus
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai
Kantor LBH Jogja dilempar bom molotov. / Facebook Budhi Masthuri
Harianjogja.com, GONDOMANAN - Polresta Jogja memburu pelaku pelempar bom molotov ke kantor LBH Jogja pada Sabtu (18/9/2021) kemarin. LBH Jogja juga telah melayangkan laporan resmi ke kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, saat ini insiden itu langsung ditangani oleh unit Reskrim setempat. Petugas masih mengembangkan temuan awal di lokasi pelemparan dan juga sejumlah barang bukti lainnya.
"Laporan sudah masuk Sabtu malam. Saat ini tengah dikembangkan dan diselidiki lebih lanjut," kata Purwadi, Minggu (19/9/2021).
Kanit Reskrim Polsek Kotagede, Iptu Mardiyanto mengungkapkan bahwa semua temuan dan juga barang bukti yang diperoleh Polsek telah diserahkan ke Polresta Jogja. Penyelidikan kini akan diintensifkan oleh unit Reskrim Polresta agar lebih maksimal.
"Sudah diambil alih dari Reskrim Polresta. Kami temukan pecahan botol bensin satu literan, sumbu yang terbakar dari nilon plastik dan kain, korden terbakar, dan juga tutup botol. Barang buktinya akan menjadi bekal untuk penyelidikan," ujar dia.
Mardiyanto menduga kuat bahwa pelaku pelemparan berjumlah dua orang. Menurut dia sangat tidak mungkin aksi itu dilakukan seorang diri mengingat bekas lemparan, kondisi lokasi dan juga bukti lain menunjukkan tanda-tanda bahwa pelakunya berjumlah lebih dari satu orang.
"Dari bekas lemparan, kalau dia bawa motor dan melakukan sendiri itu kecil sekali kemungkinannya, biasanya satu di atas motor dan satu lagi melempar. Bekas lemparan kan tidak maksimal jatuhnya di dinding dan merembet ke lantai apinya, dan itu terlihat dilakukan sangat buru-buru," ujar dia.
Mardiyanto menjelaskan bahwa, bekas kobaran api juga hanya mengenai dinding bagian depan kantor dan sedikit korden kaca bagian depan. Terduga pelaku menurut dia melakukan aksi itu dengan kondisi gugup dan tidak diperhitungkan dengan matang. "Lain hal kalau dia tenang dan profesional, pasti bom molotov diarahkan langsung ke jendela dan bisa kebakaran hebat. Kurang profesional juga terlihat dan kondisi terburu menyalakan api dan cepat makanya kena di dinding," ungkap dia.
Sampai saat ini, pihaknya belum mengantongi motif pelemparan itu. Namun dari penuturan Direktur LBH Jogja, diduga ada beberapa hal yang melatarbelakangi insiden tersebut, yakni berkaitan dengan advokasi kasus yang dilakukan oleh LBH Jogja, klien yang tidak puas dengan layanan LBH Jogja atau pihak lawan yang tengah berperkara dengan LBH Jogja.
"Direkturnya juga mengakui bahwa tahun ini hampir semua kantornya LBH diteror di berbagai daerah. Insiden seperti ini kan pernah juga kalau tidak salah 3 tahun lalu di kantor lama mereka dan itu berkaitan dengan kasus tanah yang bandara di Kulonprogo. Apakah ini dengan kasus yang sama kita belum tahu. Kasusnya besar semua yang sedang mereka ditangani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mulai menyalurkan bantuan seragam gratis untuk siswa baru SD, SMP, MI, dan MTs pada awal hingga pertengahan Agustus 2026. Total anggaran mencapai
Timnas Indonesia masih berpeluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026 meski kalah 0-3 dari Vietnam. Berikut skenario yang harus terjadi.
AS mengklaim hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz. Namun, Iran membantah telah tercapai kesepakatan.
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di tengah penguatan dolar AS dan penantian data PDB Indonesia.