SPMB SMA-SMK Bantul 2026 Dibuka, Simak Tahap Input Data dan Kuotanya
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Kantor LBH Jogja dilempar bom molotov. / Facebook Budhi Masthuri
Harianjogja.com, GONDOMANAN - Polresta Jogja memburu pelaku pelempar bom molotov ke kantor LBH Jogja pada Sabtu (18/9/2021) kemarin. LBH Jogja juga telah melayangkan laporan resmi ke kepolisian untuk mengusut tuntas insiden tersebut.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro mengatakan, saat ini insiden itu langsung ditangani oleh unit Reskrim setempat. Petugas masih mengembangkan temuan awal di lokasi pelemparan dan juga sejumlah barang bukti lainnya.
"Laporan sudah masuk Sabtu malam. Saat ini tengah dikembangkan dan diselidiki lebih lanjut," kata Purwadi, Minggu (19/9/2021).
Kanit Reskrim Polsek Kotagede, Iptu Mardiyanto mengungkapkan bahwa semua temuan dan juga barang bukti yang diperoleh Polsek telah diserahkan ke Polresta Jogja. Penyelidikan kini akan diintensifkan oleh unit Reskrim Polresta agar lebih maksimal.
"Sudah diambil alih dari Reskrim Polresta. Kami temukan pecahan botol bensin satu literan, sumbu yang terbakar dari nilon plastik dan kain, korden terbakar, dan juga tutup botol. Barang buktinya akan menjadi bekal untuk penyelidikan," ujar dia.
Mardiyanto menduga kuat bahwa pelaku pelemparan berjumlah dua orang. Menurut dia sangat tidak mungkin aksi itu dilakukan seorang diri mengingat bekas lemparan, kondisi lokasi dan juga bukti lain menunjukkan tanda-tanda bahwa pelakunya berjumlah lebih dari satu orang.
"Dari bekas lemparan, kalau dia bawa motor dan melakukan sendiri itu kecil sekali kemungkinannya, biasanya satu di atas motor dan satu lagi melempar. Bekas lemparan kan tidak maksimal jatuhnya di dinding dan merembet ke lantai apinya, dan itu terlihat dilakukan sangat buru-buru," ujar dia.
Mardiyanto menjelaskan bahwa, bekas kobaran api juga hanya mengenai dinding bagian depan kantor dan sedikit korden kaca bagian depan. Terduga pelaku menurut dia melakukan aksi itu dengan kondisi gugup dan tidak diperhitungkan dengan matang. "Lain hal kalau dia tenang dan profesional, pasti bom molotov diarahkan langsung ke jendela dan bisa kebakaran hebat. Kurang profesional juga terlihat dan kondisi terburu menyalakan api dan cepat makanya kena di dinding," ungkap dia.
Sampai saat ini, pihaknya belum mengantongi motif pelemparan itu. Namun dari penuturan Direktur LBH Jogja, diduga ada beberapa hal yang melatarbelakangi insiden tersebut, yakni berkaitan dengan advokasi kasus yang dilakukan oleh LBH Jogja, klien yang tidak puas dengan layanan LBH Jogja atau pihak lawan yang tengah berperkara dengan LBH Jogja.
"Direkturnya juga mengakui bahwa tahun ini hampir semua kantornya LBH diteror di berbagai daerah. Insiden seperti ini kan pernah juga kalau tidak salah 3 tahun lalu di kantor lama mereka dan itu berkaitan dengan kasus tanah yang bandara di Kulonprogo. Apakah ini dengan kasus yang sama kita belum tahu. Kasusnya besar semua yang sedang mereka ditangani," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB SMA-SMK Bantul 2026 mulai tahap input data. Kuota SMA dan SMK negeri mencapai 9.216 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 kompak naik di Pegadaian 6 Juni 2026. Simak daftar lengkap harga per gram terbaru.
Ahli gizi jelaskan cara memilih susu formula anak, proses produksi, dan pentingnya kualitas gizi untuk tumbuh kembang optimal.
Polresta Jogja gelar Operasi Patuh Progo 2026 selama 14 hari dengan 160 personel. Ini daftar pelanggaran yang jadi sasaran razia.
Realisasi APBN 2026 hingga Mei mencatat belanja Rp1.365 triliun dan defisit Rp180 triliun. Menkeu Purbaya sebut fiskal tetap aman.
Emil Audero tampil gemilang dengan tepis penalti saat Indonesia menang 3-0 atas Oman di SUGBK. Herdman dan Emil beri komentar usai laga.