Isoter Covid-19 di Bantul Akan Ditutup Tergantung Situasi Akhir Bulan

Kondisi selter RS Patmasuri di Sewon, Bantul yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. - Istimewa
20 September 2021 16:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul akan menunggu perkembangan Covid-19 di Bantul sampai akhir bulan ini sebelum menutup tempat isolasi terpadu (isoter) yang dikelola Pemkab Bantul.

Sekda Bantul Helmi Jamharis mengatakan belum menutup isoter meski kelima isoter yang dikelola Pemkab Bantul kosong tanpa pasien Covid-19.

BACA JUGA: Pembelajaran Tatap Muka di Jogja Lancar, Kapasitas Kelas 50% dan Durasi Belajar Hanya 3 Jam

"Jadi belum kami tutup. Kalau kondisi saat ini kosong. Tenaga administrasi dan kesehatan kami alihkan untuk membantu vaksinasi. Kemudian tenaga keamanan dan kebersihan tetap menjaga isoter," kata Helmi, Senin (20/9/2021).

Pasien Covid-19 akan langsung ditangani Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) Bambanglipuro. Selain itu, Pemkab juga mempersilakan pengelola selter kalurahan menutup selter jika sudah tidak ada lagi yang positif Covid-19.

"Kami perbolehkan [selter kalurahan ditutup]. Yang jelas untuk penutupan isoter, kami masih akan lihat perkembangan sampai akhir bulan ini," ujar dia.

Penanggung Jawab Isoter kabupaten Bantul Tarsisius Glory mengakui saat ini tren Covid-19 di Bantul menurun. Ini bisa dilihat dari tingkat keterisian tempat tidur di isoter milik Pemkab dan kalurahan yang kosong dalam beberapa hari terakhir.

"Kami ambil alih penanganan pasien positif langsung ke tempat kami [RSLKC],” katanya.

Tenaga kesehatan yang semula merawat pasien, kini membantu pelaksanaan vaksinasi. Langkah ini guna mempercepat capaian vaksinasi jelang pembelajaran tatap muka (PTM) beberapa waktu mendatang.

BACA JUGA: Ditagih Kompensasi karena Terus Bermasalah, Ini Jawaban Indihome

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan saat ini capaian vaksinasi di Bantul tinggi. Bahkan ada satu kalurahan yang telah mencapai herd immunity. Bantul mengejar target agar Oktober 202 seluruh sasaran vaksinasi di Bantul sudah disuntik vaksin.

“Tapi, saya tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap memaksimalkan protokol kesehatan karena pandemi belum selesai. Jangan sampai angka Covid-19 di Bantul kembali naik,” ujar Halim.