Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Orang tua siswa diminta untuk segera menjemput anaknya ketika selesai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Sebab ketika selesai belajar rawan terjadi kerumunan karena menunggu jemputan.
Kepala SMAN 6 Jogja, Siti Hajarwati mengatakan sekolahnya menjadi salah satu sekolah yang dibolehkan untuk menggelar PTM terbatas di masa PPKM level 3 karena capaian vaksinasi siswa sudah 88,4% dari total 860 sisa, lebih tinggi dari yang disyaratkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY sebanyak 80% capaian vaksinasi.
Menurut Hajarwati capaian vaksinasi 88,4% tersebut bukan lagi dosis pertama namun sebagian besar sudah dosis kedua. Sementara capaian vaksinasi guru dan karyawan sekolah sudah hampir 100%. Hanya tinggal dua orang yang masih vaksin dosis pertama karena hamil yang saat awal-awal vaksinasi belum diizinkan.
Sejauh ini diakui Hajarwati PTM terbatas di sekolahnya berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan, yang masuk hanya 50% dan sebagian besar adalah kelas XII. Kedatangan siswa juga dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pertama pukul 07.00 Wib dan sesi kedua pukul 07.50 WIB, “Supaya tidak terjadi kerumunan,” kata Hajarwati, Senin (20/9/2021).
Hanya dia memberi catatan adanya potensi kerumunan saat siswa menunggu jemputan dari orang tua. Pihaknya sudah berupaya menyediakan kursi berjarak sebagai ruang tunggu siswa. Namun karena jumlah petugas terbatas untuk mengingatkan siswa.
“Catatannya walau pun kita sediakan tempat duduk untuk menunggu jemputan orang tua tapi kita terbatas nggih tenaganya jadi kami mohon seperti imbauan Gubernur bahwa anak setelah selesai segera pulang. Maka kami mohon orang tua segera menjemput,” kata Hajarwati.
Pihak sekolah tidak menyarankan siswa pulang naik kendaraan umum atau moda transportasi berbasis online karena rawan terjadi penularan Covid-19, “Prokes kan harus jalan. Jadi kalau tidak ada koordinasi prokes sekolah dan rumah sama aja bohong. Kami imbau seperti itu,” ucap Hajarwati.
Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya mengatakan sebagian besar SMA dan SMK akan menyelenggarakan PTM terbatas pada akhir September atau awal Oktober mendatang. Sebab sebagian besar sekolah masih menyelenggarakan penilaian tengah semster (PTS) secara daring. Namun pekan ini sudah ada beberapa sekolah yang sudah menyelenggarakan PTM. Akan tetapi jumlahnya tidak banyak, “Paling 6-7 sekolah,” kata Didik.
Dia tidak mempersoalkan PTM terbas mundur karena menyesuaikan kesiapan di masing-masing sekolah. Secara umum, kata Didik, jumlah sekolah yang siswanya sudah menjalani vaksinasi sampai 80% ada 195 sekolah. Namun kesiapannya diserahkan ke masing-masing sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Belasan ruas jalan di Kulonprogo diperbaiki sepanjang Juni 2026. DPUPKP fokus tingkatkan keselamatan dan kelancaran akses warga.
Dua pemuda tertangkap warga saat mencuri besi proyek KDMP di Bantul. Polisi dalami kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Mesir mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. The Pharaohs mengakhiri penantian sejak 1934.
Cek jadwal KRL Solo–Jogja Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Kecelakaan di Gedong Kuning Bantul tewaskan satu pengendara. Diduga akibat melawan arus, satu korban lainnya luka serius.