Kabut Tebal Warnai Pencarian Selamiyo di Lereng Merapi

Kabut tebal terlihat di puncak Gunung Merapi dari kawasan Klangon, Glagaharjo, Sleman, Kamis (23/9/2021). - Harian Jogja - Galih Eko Kurniawan
23 September 2021 13:47 WIB Galih Eko Kurniawan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Kabut tebal di puncak Gunung Merapi mewarnai pencarian penyintas Selamiyo, 35, di kawasan Klangon, Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman, Kamis (23/9/2021).

Selamiyo dilaporkan menghilang setelah pada Selasa (21/9/2021) memasuki kawasan hutan Gunung Merapi.

Komandan SAR DIY Brotoseno menuturkan pencarian melibatkan tim gabungan dari warga, kelompok pencinta alam, SAR DIY serta Basarnas.

Pencarian hari ini mengerahkan enam tim pencarian (SRU) untuk menyusuri lereng Merapi dari Klangon.

Baca juga: Ditahan, Bupati Kolaka Timur Diduga Minta Fee Dana Hibah BNPB

"Rencana pencarian dilakukan sampai pukul 16.00 WIB. Pencarian dilakukan sangat hati-hati dengan mempertimbangkan status Siaga Merapi serta pandemi Covid-19," ujarnya di Posko SAR Gabungan Klangon, Kamis pagi.

OSC SAR Gabungan pencarian Selamiyo, Dhedy Prasetya, menuturkan Basarnas mengerahkan
10 personel untuk ikut dalam pencarian.

"Upaya pencarian juga mewaspadai curah hujan di Merapi yang tinggi. Kehati-hatian diperlukan ketika penyusuran melewati sungai-sungai," katanya.

Baca juga: JNE dan Polsek Umbulharjo Berbagi di Kala Pandemi

Sebelumnya, koordinator Sarlinmas Kaliurang, Kiswanto, menjelaskan Selamiyo dilaporkan pamit meninggalkan rumah pada Selasa (21/9/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. "Yang bersangkutan pamit ke keluarganya mau naik Merapi,” ujarnya, Rabu (22/9/2021).

Selamiyo diketahui memiliki gangguan jiwa sehingga saat keluar rumah, warga sempat mengikutinya. Berdasarkan keterangan warga, Selamiyo terlihat berjalan melalui Klangon, ke arah utara menuju bukit Kendil. (Galih Eko Kurniawan)