Krisis Air Bersih Melanda 17 Kapanewon Gunungkidul, 5.100 Tangki Disiapkan
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, PALIYAN – Gunungkidul mendapatkan kuota pengurangan populasi monyet ekor panjang sebanyak 300 ekor. Hal ini disampaikan oleh Polisi Hutan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan, Agus Sunarto, Kamis (23/9/2021).
“Dari LIPI ada kuota penguarangan sebanyak 300 ekor di DIY dan semua difokuskan di Gunungkidul,” kata Agus kepada wartawan.
Menurut dia, upaya pengurangan tidak dilakukan sendiri karena pelaksanaan penangkapan bekerjasama dengan tokoh adat atau pawang dari Suku Badui. Agus mengungkapkan, upaya pengurangan populasi dilakukan karena jumlahnya saat ini sudah cukup banyak.
BACA JUGA : Serangan Monyet di Gunungkidul Sulit Terkendali
Hasil dari pendataan, populasinya sudah meresahkan karena wilayah yang terdampak sudah terjadi di 16 kapanewon. “Jumlahnya di angka ribuan. Hanya Patuk dan Playen yang tidak ditemukan serangan monyet ekor panjang, sedangkan 16 kapanewon lainnya dilaporkan ada serangan,” katanya.
Perwakilan dari Suku Badui Dudung mengatakan, sudah dua minggu berada di Gunungkidul untuk menangkap kawanan monyet. Ia menceritakan, penangkapan dilakukan melalui ritual khusus. Sedangkan agar monyet cepat berkumpul menggunakan cara dengan memasang jaring agar kawanan terkepung.
“Kami menangkap dengan tangan kosong. Tapi, sebelumnya juga telah melakukan ritual khusus,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik upaya pengurangan populasi monyet. Hal ini bertujuan mengurangi potensi rusaknya lahan pertanian milik warga akibat serangan kawanan ini. “Sudah banyak petani yang mengeluh lahan rusak akibat serangan monyet,” katanya.
BACA JUGA : Monyet Cari Makan di Pemukiman Warga Imogiri
Meski demikian, ia memastikan bahwa pengurangan dilakukan secara ketat dan tidak sampai menghabiskan populasi. “Hanya dikurangi dan penangkapan juga tidak dengan cara melukai,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul mendapat tambahan anggaran untuk 5.100 tangki air bersih. Bantuan disalurkan hingga November karena krisis air masih terjadi.
Stasiun Geofisika Manado mencatat 515 gempa tektonik guncang Sulawesi Utara selama Agustus 2026. Gempa terbesar capai magnitudo 6,5.
Jadwal DAMRI dari YIA Jumat 18 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.