Cara Hitung View YouTube Berubah 24 Agustus, Kreator Wajib Tahu Dampak
YouTube akan mengubah cara hitung view mulai 24 Agustus 2026. Video langsung dihitung 1 view begitu diputar, tanpa perlu menonton 30 detik. Angka view naik, tap
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL - Pemerintah Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri mulai menyiapkan diri untuk bisa hidup berdampingan dengan Makaka (sejenis monyet dari famili Cercopithecidae). Hal ini menyusul sudah mulai turunnya beberapa ekor Makaka ke halaman rumah warga di Padukuhan Pengkol, Sriharjo, beberapa hari terakhir.
Lurah Sriharjo, Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan saat ini Makaka sudah mulai terlihat di beberapa halaman rumah warga di Padukuhan Pengkol, Sriharjo. Mereka terlihat mencari makan. Hal ini terjadi setelah stok makanan mereka yang merupakan lahan pertanian warga di atas kawasan pemukiman mulai habis.
BACA JUGA : Perburuan Monyet di Tepus Tunggu Izin BKSDA
“Salah satunya terlihat di halaman pak Subani. Untuk itu, kami sedang mencari cara agar mereka tidak menjadi hama. Karena menurut penuturan warga, koloninya saat ini sudah sampai ratusan,” kata Titik, Minggu (5/9/2021).
Oleh karena itu, Titik mengaku telah mulai berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup DIY, Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan sejumlah pihak agar persoalan Makaka ini bisa diatasi. Sejauh ini, terdapat opsi untuk mengurangi koloni dari Makaka. Di samping itu ada opsi lain yakni menyiapkan diri hidup berdampingan dengan Makaka.
“Tidak ada pilihan selain berdampingan. Untuk itu kami sedang berkoordinasi, bagaimana caranya untuk mewujudkan hal tersebut,” jelasnya.
Menurut Titik, pencanangan hutan agroforestri atau wanatani seluas 7,5 hektar di wilayahnya membuat pihaknya semakin optimistis pengendalian serangan Makaka akan mampu dimaksimalkan. Karena jika kawasan hutan tersebut sudah sudah ditanami tanaman buah-buahan, maka Makaka akan turun dan tidak masuk ke kawasan pemukiman warga.
BACA JUGA : Satu Kalurahan di Gunungkidul Kewalahan Hadapi Serangan…
“Kalau turun ini bisa menjadi aset wisata," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YouTube akan mengubah cara hitung view mulai 24 Agustus 2026. Video langsung dihitung 1 view begitu diputar, tanpa perlu menonton 30 detik. Angka view naik, tap
Komisi D DPRD Jogja mendesak kejelasan mekanisme dan penganggaran Posyandu usai aturan Kemendagri terkait enam SPM memicu kebingungan daerah.
Sleman City Hall (SCH) menghadirkan rangkaian program dan aktivitas sepanjang Agustus 2026 melalui tema “YouthNited Nation”
Bareskrim Polri mengungkap kasus TPKS oleh pelatih panjat tebing HB terhadap lima atlet putri. Tersangka dijerat UU TPKS dan terancam pidana tambahan
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Karhutla Indonesia mencapai 202.004 hektare hingga Juli 2026, melampaui 2019 dan 2023. El Nino kini masuk kategori sangat kuat.