Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul, akan mengirim surat ke Balai Konservasi Sumer Daya Alam (BKSDA) untuk mengurangi jumlah populasi monyet ekor panjang. Pasalnya, serangan primata ini membuat lahan pertanian milik warga jadi rusak dan gagal panen.
Lurah Purwodadi Sagiyanto mengatakan petani di wilayahnya resah dengan serangan monyet ekor panjang. “Semua tanaman yang di ladang dijarah monyet. Kalau terus dibiarkan para petani rugi karena gagal panen,” kata Sagiyanto, Jumat (9/7/2021).
BACA JUGA: Begini Penjelasan Lengkap Penggunaan Danais untuk Penanganan Covid di DIY
Menurut dia, radius serangan mencapai dua kilometer dari pantai di Kalurahan Purwodadi.
“Jadi sudah luas area serangannya,” ungkapnya.
Sagiyanto mengakui sudah ada upaya antisipasi menghalau serangan. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil karena lahan yang diserang semakin meluas. Oleh karena itu, ia berencana meminta bantuan ke BKSDA untuk mengurangi populasi kawanan monyet.
“Dalam waktu dekat kami akan berkirim surat ke BKSDA karena serangan sudah sangat meresahkan petani,” imbuh dia.
Jogoboyo Purwodadi, Suyanto, mengatakan serangan monyet ekor panjang harus segera dikendalikan agar lahan pertanian warga tidak semakin rusak. “Ya kalau terus dibiarkan maka petani tidak bisa menikmati hasil tanaman yang dipelihara karena dijarah kawanan monyet,” katanya.
BACA JUGA: Rp242 Miliar untuk Penanganan Covid-19 DIY Baru Dipakai Rp33,5 Miliar
Dia menjelaskan pengurangan populasi monyet lewat perburuan memang diperbolehkan. Meski demikian, cara ini harus mendapatkan izin dari BKSDA.
“Memang sudah ada pemberitahuan dari BKSD, tapi perburuan yang dilakukan harus ada izinnya. Jadi, pemerintah kalurahan akan meminta bantuan untuk mengurangi jumlah populasi monyet,” katanya.
Yanto menambahkan, di musim kemarau ancaman tidak hanya berasal dari kawanan monyet. Ternak warga yang dipelihara di ladang juga berpotensi diserang kawanan hewan liar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.