Pilur Serentak Gunungkidul 2026: DPS Tetapkan 120.856 Calon Pemilih
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, TEPUS – Pemerintah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul masih menunggu izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk mengurangi populasi monyet ekor panjang dengan cara perburuan. Langkah ini diambil untuk mencegah serangan ke lahan pertanian warga yang dirasa sudah sangat merugikan.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkirim surat ke BKSDA. Surat dibuat dengan tujuan mengurangi jumlah populasi monyet denga cara diburu.
BACA JUGA : Tangkap Penyu dan Memakannya, Nelayan di Tepus Tak
Meski demikian, sambung dia, hingga Minggu (8/8) belum ada surat balasan terkait dengan permohonan tersebut. “Kami masih tunggu. Tapi, kalau belum ada jawaban akan dibuat surat permohonan lagi sehingga ada tanggapan untuk mengurangi populasi,” kata Suroyo, Minggu (8/8/2021).
Menurut dia, permohonan perburuan dilakukan untuk mengurangi risiko serangan. Pasalnya, jumlah populasi sekarang ini sudah banyak sehingga kehadiran kawanan primata ini sangat merugikan masyarakat.
“Harapannya dengan pengurangan populasi tidak lagi meresahan warga sehingga petani tetap bisa panen,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Purwodadi, Sagiyanto. Menurut dia, serangan monyet ekor panjang sudah sangat meresahkan. Hal ini dikarenakan, teror sudah mulai masuk ke permukiman warga.
Menurut dia, di awal-awal musim kemarau hanya terjadi di area pertanian. Cakupan ladang yang dijarah mencapai radius dua kilometer dari garis pantai di wilayah Kalurahan Purwodadi.
BACA JUGA : Bermodal Petasan, Petani Gunungkidul Bertahun-tahun
Petani pun mengalami kerugian karena tanaman yang dipelihara rusak oleh gerombolan monyet. Sagiyanto mengakui, teror serangan masih berlanjut karena cakupan semakin meluas karena sudah mulai memasuki permukiman masyarakat.
“Mudah-mudahan segera ada tindakan untuk mengurangi jumlah populasi monyet-monyet ini,” katanya.
Sagiyanto mengakui sudah ada upaya antisipasi menghalau serangan. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil karena serangan monyet terus terjadi.
Dia menambahkan, di musim kemarau ancaman tidak hanya berasal dari kawanan monyet. Hal ini dikarenakan ternak warga yang dipelihara di ladang juga berpotensi diserang kawanan hewan liar.
“Untuk serangan terhadap hewan ternak sudah ada 14 kambing yang mati. Kami berharap, warga terus waspada karena ancaman bisa datang kapan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPS Pilur Gunungkidul 2026 ditetapkan sebanyak 120.856 calon pemilih di 31 kalurahan. DPT dijadwalkan ditetapkan pada 24 Agustus 2026.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkecuali.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.