Tak Cuma Droping, TNI Bangun 18 Sumur Bor untuk Warga Gunungkidul
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Ilustrasi monyet/Pixabay
Harianjogja.com, TEPUS – Pemerintah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul masih menunggu izin dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam untuk mengurangi populasi monyet ekor panjang dengan cara perburuan. Langkah ini diambil untuk mencegah serangan ke lahan pertanian warga yang dirasa sudah sangat merugikan.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya sudah berkirim surat ke BKSDA. Surat dibuat dengan tujuan mengurangi jumlah populasi monyet denga cara diburu.
BACA JUGA : Tangkap Penyu dan Memakannya, Nelayan di Tepus Tak
Meski demikian, sambung dia, hingga Minggu (8/8) belum ada surat balasan terkait dengan permohonan tersebut. “Kami masih tunggu. Tapi, kalau belum ada jawaban akan dibuat surat permohonan lagi sehingga ada tanggapan untuk mengurangi populasi,” kata Suroyo, Minggu (8/8/2021).
Menurut dia, permohonan perburuan dilakukan untuk mengurangi risiko serangan. Pasalnya, jumlah populasi sekarang ini sudah banyak sehingga kehadiran kawanan primata ini sangat merugikan masyarakat.
“Harapannya dengan pengurangan populasi tidak lagi meresahan warga sehingga petani tetap bisa panen,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Lurah Purwodadi, Sagiyanto. Menurut dia, serangan monyet ekor panjang sudah sangat meresahkan. Hal ini dikarenakan, teror sudah mulai masuk ke permukiman warga.
Menurut dia, di awal-awal musim kemarau hanya terjadi di area pertanian. Cakupan ladang yang dijarah mencapai radius dua kilometer dari garis pantai di wilayah Kalurahan Purwodadi.
BACA JUGA : Bermodal Petasan, Petani Gunungkidul Bertahun-tahun
Petani pun mengalami kerugian karena tanaman yang dipelihara rusak oleh gerombolan monyet. Sagiyanto mengakui, teror serangan masih berlanjut karena cakupan semakin meluas karena sudah mulai memasuki permukiman masyarakat.
“Mudah-mudahan segera ada tindakan untuk mengurangi jumlah populasi monyet-monyet ini,” katanya.
Sagiyanto mengakui sudah ada upaya antisipasi menghalau serangan. Namun upaya tersebut tak membuahkan hasil karena serangan monyet terus terjadi.
Dia menambahkan, di musim kemarau ancaman tidak hanya berasal dari kawanan monyet. Hal ini dikarenakan ternak warga yang dipelihara di ladang juga berpotensi diserang kawanan hewan liar.
“Untuk serangan terhadap hewan ternak sudah ada 14 kambing yang mati. Kami berharap, warga terus waspada karena ancaman bisa datang kapan saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kodim 0730/Gunungkidul membangun 18 sumur bor untuk membantu warga mengatasi krisis air bersih. BPBD juga memetakan potensi sumber air.
Jonatan Christie berhasil lolos ke babak 16 besar BWF World Championships 2026 usai menaklukkan Jason Teh Jia Heng di babak 32 besar. Amri Syahnawi/Nita Violina
Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran tersingkir di babak 32 besar BWF World Championships 2026 usai kalah 13-21, 16-21 dari pasa
Kabar bahagia datang dari musisi Dikta Wicaksono yang resmi menikahi Rachel Cia pada 16 Agustus 2026 di restoran Bintaro. KUA Pesanggrahan konfirmasi berkas per
Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan di Tol Batang-Semarang KM 379+900 menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua korban luka berat.
Pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 akibat kebakaran hutan. Simak aturan reschedule tiket bagi pendaki.