Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY menemukan satu sekolah yang diduga memungut uang seragam bagi siswa baru. ORI DIY kembali menegaskan larangan sekolah menjual seragam.
Tim Pengawasan SPMB ORI DIY, Mohammad Bagus Sasmitha menyampaikan pihaknya mendapati ada satu laporan terkait penjualan seragam di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di DIY. Sekolah tersebut diduga melakukan praktik penjualan seragam bagi siswa baru saat proses daftar ulang. “Saat ini sedang kami konfirmasi tindak lanjut penyelesaiannya. Informasinya sudah ditindaklanjuti,” katanya, Minggu (13/7/2025).
Dia menyebut sekolah tersebut menjual seragam dengan harga Rp1.650.000 untuk siswa putra, dan Rp1.800.000 untuk siswa putri. Selain itu ada pula biaya tambahan Rp150.000 bagi siswa yang memesan ukuran besar.
Bagus menegaskan sekolah tersebut diminta untuk tidak menjual seragam ke siswa baru. Bagus menegaskan guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan sekolah dilarang menjual seragam pada siswa baru.
Menurutnya, Pemda DIY pun telah mengeluarkan aturan terkait dalam Pasal 20 Pergub DIY No.13/2003 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Namun menurutnya praktik tersebut dari tahun ke tahun seringkali terulang.
Dia pun menghimbau agar sekolah-sekolah di DIY tidak melakukan praktek penjualan seragam pada tahun ajaran baru ini. “Ini proses sudah daftar ulang dan sebagainya, kami menegaskan [agar] sekolah atau madrasah jangan mengaitkan proses daftar ulang dengan pengadaan seragam, [atau] permintaan pungutan oleh komite [sekolah],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.