Soal Kuliah Tatap Muka, Ini yang Dilakukan Kampus di Jogja

Ilustrasi. - Freepik
27 September 2021 18:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Jogja masih mengamati perkembangan dan pengendalian Covid-19 di wilayah setempat sebagai acuan dalam menyelenggarakan kuliah tatap muka.

Meski beberapa waktu belakangan kasus Covid-19 di Kota Jogja sudah mulai terlihat terkendali, namun kampus mengaku tidak mau gegabah dan terburu-buru dalam mengambil keputusan soal kuliah tatap muka.

"Untuk rencana kuliah tatap muka belum ada pengumuman lebih lanjut. Sekarang masih diselenggarakan secara daring," kata Humas UKDW Jogja, Meilina Parwa Lina, Senin (27/9/2021).

Lina menyebut, sampai saat ini pihak kampus belum melakukan pembahasan soal rencana kuliah tatap muka. Pihaknya juga masih menunggu pengumuman lebih lanjut baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun kementerian dan instansi terkait lainnya soal pengaturan kuliah tatap muka. Di sisi lain, persiapan soal vaksinasi kepada mahasiswa dan tenaga pendidik atau dosen serta pegawai kampus terus dilakukan.

"Untuk vaksin pegawai sudah dilaksanakan sekarang kami maksimalkan untuk yang mahasiswa di Jogja," ujarnya.

Sementara Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Jogja menargetkan kuliah tatap muka kepada mahasiswa sekurangnya bisa digelar pada awal semester tahun depan atau Februari 2022. Persiapan menuju terselenggaranya PTM juga dilakukan baik itu vaksinasi, fasilitas sarana dan prasarana protokol kesehatan maupun kesiapan gedung.

BACA JUGA: Covid-19 DIY Bertambah 60 Kasus, Kulonprogo Nihil Kasus Meninggal

Wakil Rektor II UST, Trisharsiwi mengatakan, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan membuat pihaknya urung melaksanakan kuliah tatap muka kepada mahasiswa. Sampai saat ini pembelajaran secara daring bahkan telah dilaksanakan selama dua setengah semester yang dimulai sejak Maret 20202 lalu. Sejumlah mahasiswa pun memilih pulang kampung ke daerah.

"Pembelajaran daring sudah 2,5 semester, karena sejak Maret tahun lalu sudah tutup total. Kalau bisa memang sebaiknya memang tatap muka karena kan dosen bisa mengetahui bagaimana secara nyata pembelajaran dan serapan materi yang diperoleh oleh mahasiswa misalnya dari ekspresinya, tapi kalau melalui daring kan susah," kata Trisharsiwi belum lama ini.

Oleh karenanya pihak kampus berharap penyelenggaraan kuliah tatap muka bisa dilakukan pada awal tahun depan. Hal ini juga tergantung dengan kondisi penanggulangan pandemi Covid-19 secara nasional maupun di DIY. Pihaknya tetap akan menunggu aturan resmi dari kementerian, Pemda, maupun Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V Yogyakarta. Persiapan menuju terselenggaranya kuliah tatap muka pun terus dilakukan seperti vaksinasi kepada sejumlah mahasiswa yang berdomisili di wilayah DIY.

"Rencananya tetap kami mengacu pada kementerian, Pemda atau Gubernur dan LL Dikti. Mudah-mudahan di tahun depan Februari itu kita sudah bisa tatap muka, makanya kami siapkan dari sarana dan prasarana kemudian penguatan dosen atau pegawai, dan juga fasilitas kelasnya," ujarnya.