Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Sekjen Asosiasi Petani Tembakau DIY Triyanto./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Asosiasi Petani Tembakau DIY akan mendatangi kantor DPRD pada akhir September ini. Mereka bakal meminta dukungan DPRD agar menolak rencana pemerintah untuk menaikkan cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022 nanti.
Sekjen Asosiasi Petani Tembakau se-DIY Triyanto mengatakan sikap para petani tembakau dan buruh perusahaan rokok se-DIY hingga kini belum. Petani tembakau se-Sleman dan DIY pada umumnya tetap menolak rencana tersebut. "Kami pada akhir bulan ini akan menemui DPRD DIY untuk mendukung penolakan ini," kata Triyanto kepada wartawan, Senin (27/9).
BACA JUGA: Banyak Jalur Menuju Destinasi Wisata, Pemda DIY Sulit Halau Pelancong
Menurutnya, kenaikan CHT tahun depan sangat merugikan petani tembakau. Padahal selama beberapa tahun terakhir, harga tembakau jatuh sehingga luas lahan tembakau dalam tiga tahun terakhir terus menurun. "Harga tembakau tahun ini juga anjlok akibat cuaca yang tak menentu. Petani baru memanen 25 persennya yang bagus, karena hujan harganya pun anjlok. Ini seperti 2014 lalu," katanya.
Jika pemerintah tetap menaikkan cukai, kata Triyanto, hal itu akan menambah beban para petani. Sebab, hasil panen akan semakin sulit diserap. "Tahun ini kami mengalami banyak kerugian akibat panen yang hancur. Jadi kami berharap agar pemerintah menunda kenaikan CHT," katanya.
Menurut Triyanto, industri rokok akan dari hulu hilir akan tertekan apabila cukai hasil tembakai tetap dinaikkan. Apabila bebannya terlampau berat akibat kenaikan cukai, rantai bisa putus dan berdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) pekerja pabrik rokok. "Dampaknya juga akan dirasakan oleh para petani tembakau," katanya.
Ekonom UI Eugenia Mardanugraha mengatakan di masa pandemi ini negara memang membutuhkan penerimaan untuk mendukung berbagai program pemulihan ekonomi nasional. Namun, pemerintah semestinya jangan fokus pada penerimaan, karena kenaikan cukai berapa pun besarannya tidak akan membantu untuk menutupi defisit akibat resesi ekonomi yang sebabkan pandemi.
“Fokusnya jangan pada kenaikan cukai. Cukai naik atau tidak, pemerintah tetap akan merasakan
defisit. Kenaikan cukai rokok seharusnya tidak hanya soal penerimaan, tapi utamanya soal implikasi pada pekerja dan petani harus diperhatikan,” ujarnya dalam acara AMTI, Cukai & Eksistensi IHT, Bagaimana Suara Akademisi?.
BACA JUGA: Tarif Tes Antigen di Stasiun Turun, Jumlah Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Meningkat
Eugenia mengingatkan cukai yang didapat negara harusnya dapat dikembalikan kepada petani, buruh, pekerja, hingga konsumen. “Masa dari target penerimaan negara dari cukai sebesar Rp 203,9 triliun pada 2022, tidak bisa dikembalikan kepada petani, buruh, dan konsumen,” tegasnya.
Sosiolog UGM AB Widyanta menuturkan berapa pun besaran CHT yang diterapkan, pemerintah selalu abai terhadap perjuangan para petani tembakau. Petani tembakau selalu terpinggirkan, yang hak-haknya tidak pernah dipertimbangkan.
"Pemerintah harus melihat potensi, bukan hanya melihat keuntungan untuk menutup defisit ekonomi. Petani juga butuh didampingi dalam manajemen pertanian, misalnya dari sisi drading dan penjualan," tutur Widyanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.