Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sedikitnya lima kecamatan atau kapanewon di Gunungkidul dinyatakan bebas Corona menyusul penurunan kasus Covid yang signifikan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap mematuhi protokol kesehatan agar tidak kembali terjadi lonjakan kasus.
Data dari Dinas Kesehatan Gunungkidul, pada Selasa (28/9/2021) menunjukkan tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 6 orang. Dengan demikian, jumlah total warga yang terinfeksi sebanyak 17.75.
Dari jumlah ini sebanyak 16.626 orang dinyatakan sembuh, 106 orang masih menjalani perawatan dan 1.019 orang meninggal dunia. Kapanewon Wonosari memiliki jumlah tertinggi dengan kasus sebanyak 22 orang dinyatakan positif. Di belakangnya ada Kapanewon Ponjong dengan 16 kasus dan Kapanewon Panggang sebanyak 11 kasus.
Total hingga sekarang ada lima kapanewon yang dinyatakan terbebas dari virus Corona. Kelima wilayah ini meliputi Kapanewon Girisubo, Ngawen, Rongkop, Tanjungsari, dan Tepus.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan kasus corona terus menurun. Hal ini berdampak terhadap peta penyebaran kasus karena hingga sekarang ada lima kapanewon yang dinyatakan terbebas dari penularan.
Meski demikian, ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak terlena. Pasalnya, peningkatan kasus bisa terjadi kapan saja sehingga harus ada kewaspadaan. Salah satunya tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jangan bosan karena penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk menekan potensi penularan. Sebab, jika lengah maka kasus bisa kembali naik,” katanya kepada wartawan, Selasa.
Dia menambahkan, jumlah kasus aktif di Gunungkidul juga semakin menurun. Hal ini tak lepas adanya kasus sembuh yang terus meningkat setiap harinya. “Dulu sempat menembus 3.431 kasus aktif, tapi sekarang yang masih dinyatakan positif ada 106 orang dan tersebar di 13 kapanewon,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini mengatakan, program vaksinasi corona terus dikebut untuk bisa mencapai herd immunity.
Menurut dia, setiap hari ditargetkan vaksinasi menyasar 9.000 warga. Ia optimistis dengan sasaran ini maka herd immunity dapat terbentuk di akhir tahun ini.
“Percepatan vaksinasi terus dilakukan. Untuk pelaksanaan tidak hanya dilakukan di puskesmas-puskesmas, tapi juga menggandeng TNI-Polri, BIN hingga pihak swasta guna menyelenggarakan vaksinasi massal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.