Pameran Seni GoART Digelar untuk Bangkitkan Pariwisata DIY

Poster pameran seni GoART. - Ist.
29 September 2021 11:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Komunitas Termos85 menggelar pameran seni dengan tajuk GoART di Leman Art House pada 10-23 Oktober 2021 mendatang. Pameran ini diharapkan menjadi salah satu ajang yang dapat membangkitkan pariwisata di DIY.

Seni rupa adalah salah satu dari 17 subsektor industri kreatif, hendaknya menjadi pintu bagi bangkitnya kembali perekonomian Indonesia. Lewat seni rupa, kita bisa membangun optimisme kebangkitan ekonomi saat pandemi.

”Saya melihat, optimisme tersebut tersirat dan tersurat dari semangat Kelompok Termos85 dalam menggelar pameran ini,” ujar Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) IIndah Juanita menyambut rencana Pameran GoART kelompok Termos85, sebagaimana dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Rabu (29/9/2021).

BACA JUGA : 3 Tempat Wisata di DIY Resmi Dibuka, Siapkan 2 Aplikasi

Termos 85 adalah kelompok perupa yang sebelum pandemi rutin menggelar pameran setiap tahun sekali. Adapun lokasi pameran Leman Art House merupakan galeri baru yang menjadi ruang ekspresi para seniman yang dibuka resmi oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada 12 September 2021.

Indah berharap pameran GoART ini bisa menginspirasi pihak lain untuk tetap semangat akan masa depan dan kebangkitan industri kreatif. Rasa optimistis dari komunitas seperti ini harus didukung oleh komponen Pentahelix lainnya seperti pemerintah, akademisi, kalangan dunia usaha dan media.

”Jika pancaran optimisme dan semangat ini terus dipelihara, terus dibangkitkan, mudah-mudahan, kita semua akan benar-benar kembali berada pada kondisi kemajuan dan kejayaan. Ekonomi tumbuh, Indonesia maju,” katanya.

Pameran ini diharapkan menjadi pendorong bagi bergeraknya industri pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Yogyakarta dan khususnya Gerbang Timur-nya ini pun dinilai tepat. ”Konsep dan tema pameran lukisan, GoArt ini dekat dengan keberlangsungan pariwisata dan ekonomi kreatif saat ini. Semacam isyarat dan semangat untuk mengajak bangkit. Lets Go Art! Mengajak bangkit dunia pariwisata dan ekonomi kreatif. Spirit untuk terus membangkitkan kepariwisataan adalah spirit kami di Badan Otorita Borobudur,”  ucapnya.

Ketua Termos85 Tri Wiyono menjelaskan Termos85 ingin berperan dalam membangkitkan gairah pariwisata dan industri kreatif di Jogja. Khususnya wilayah Jogja Timur. Mengingat ada sejumlah orang yang menaruh perhatian pada kebangkitan wilayah kawasan Jogja Timur.

“Salah satu anggota kami pun menawarkan ide dan ruang untuk berekspresi. Gayung bersambut. Kolaborasi pun terjadi. Termos85 sepakat bersinergi, menggelar pameran ini. Tema GoART pun kami pilih dalam pameran kali ini,” ujarnya.

Tri Wiyono menjelaskan, setelah rutin pameran reuni sekali setahun sejak 2017,pada 2020 Termos85 berencana berpameran di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) di Solo. Agenda yang sudah matang tersebut tertunda karena pandemi. Dijadwal ulang hingga tahun 2021 ini. ”Pameran di Leman Art House ini mengisi waktu jeda dan sebagai wahana penyaluran semangat berkarya kami,” tambah Tri Wiyono.

Ada 25 perupa yang ikut dalam pameran kali ini. GoART diambil sebagai tema pameran merujuk perkembangan teknologi industri 5.0. Yakni semakin berkembangnya layanan melalui aplikasi. Pameran GoART diharapkan bisa memenuhi kebutuhan rohani pada unsur ART. Unsur seni. Soal keindahan. Kehalusan.

“Soal estetis dan artistik. Juga memenuhi kebutuhan bagi mereka yang mau mengisi hiasan interiornya. Juga membantu dan memudahkan para kolektor yang ingin mengoleksi karya seni rupa. GoArt memudahkan, memenuhi kebutuhan, dan bisa memuaskan,” sambung Sekretaris Termos85 Erwan Widyarto.

BACA JUGA : 40 Objek Wisata di DIY Diusulkan Dibuka

Erwan mengatakan ada spirit yang mereka bangun di sini. Optimisme. Semangat tak pernah padam. Sebagaimana air di dalam termos yang tidak cepat dingin. ”GoArt adalah doa dan ikhtiar kami. Semoga doa kami dikabulkan dan ikhtiar kami diberkahi. Itu semua butuh dukungan Anda para pecinta dan penikmat seni rupa. Dukungan tersebut bukan semata untuk kami. Bukan khusus untuk kelompok kami. Dukungan tersebut adalah support bagi kebangkitan ekonomi kreatif yang sangat terdampak oleh pandemi. Jadi kehadiran Anda, bukan semata-mata untuk kami. Kehadiran dan dukungan Anda semoga menjadi kebaikan bagi kebangkitan industri kreatif maupun dunia pariwisata Yogyakarta. Syukur-syukur juga untuk kebangkitan dan kemajuan ekonomi Indonesia,” katanya.

Selain Tri Wiyono dan Erwan, para perupa yang berpameran kali ini ada finalis UOB Painting Exhibition 2020 Wasis Subroto (Yogya), Alex Pracaya (penggagas peta wisata Yogya), Petrus Agus Herjaka (Yogya), Sarjiyanto Sekar (Tangerang), Cosmas Yunianto (Jakarta), Dewantoro Purbo Gesang (Yogya), Fahru Rozi (Bantul), Basuki M (Surabaya), dan Faisal Budiharso (Magelang). Ada pula perempuan perupa Chistina Anggriyani, Pratiwi Endang Lestari dan Ninik. Ikut pula Prihadi Mulyono, Yoset Wibowo, Hadjar Pamadi (kepala Museum Pendidikan UNY), Djoko Maruto, dan lainnya. Dua yang disebut terakhir adalah dosen UNY. Termos85 merupakan kelompok alumni Seni Rupa IKIP (sekarang UNY).