Kecelakaan Sugeng Rahayu, Polisi Nyatakan Sopir Truk Sebagai Buronan

Ilustrasi kecelakaan bus - Foto istimewa/Dokumen warga
29 September 2021 01:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Insiden kecelakaan di Jalan Wates-Purworejo, Kapanewon Temon, Kulonprogo yang melibatkan bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk kontainer memasuki babak baru. Sopir truk kontainer dinyatakan sebagai buronan. Polisi tengah melakukan pengejaran terhadap sang sopir.

Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan jajaran Polres Kulonprogo tengah melakukan pengejaran terhadap sang sopir. Pencarian terhadap pengemudi truk sebagai bagian dari upaya penyelidikan pasca insiden nahas bus versus truk pada Jumat (24/9/2021) silam yang menewaskan dua orang.

"Kami sudah kantongi identitasnya. Sopir truk belum ditemukan hingga saat ini. Kami masih melakukan pencarian," kata Jeffry pada Selasa (28/9/2021).

Berdasarkan penyelidikan sementara yang dilakukan jajaran Polres Kulonprogo, truk kontainer berpelat nomor B 9103 UOK adalah milik perusahaan yang berlokasi di Plumpang, Jakarta Utara. Sedangkan, identitas pengemudi truk diketahui berinisial KMS, 40, warga Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara.

Lebih lanjut, polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan tragis antara bus Sugeng Rahayu dan truk kontainer yang menewaskan dua orang. Termasuk supir bus Sugeng Rahayu berinisial US, 40, warga kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang saat ini masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Jogja, usai menjalani operasi.

"Sopir bus habis operasi, masih berada di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis," kata Jeffry.

Baca juga: Dibangun Mulai 2022, Tol Jogja-Bandara YIA Lewati 15 Desa di 6 Kecamatan

Kecelakaan berawal saat bus melaju dari arah timur ke barat dan menabrak bagian belakang sebelah kanan truk. Truk kontainer diketahui mengangkut benang dari Palur, Karanganyar berhenti di bahu jalan menghadap ke barat.

"Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan kerusakan parah yang dialami oleh bus Sugeng Rahayu. Bagian depan bus sebelah kiri ringsek hingga bagian tengah. Sedangkan, truk juga mengalami kerusakan parah di bodi bagian belakang," imbuh Jeffry.

Insiden kecelakaan antara bus Sugeng Rahayu dan truk kontainer juga harus menerjunkan personel dari Basarnas Jogja. Kepala Kantor Basarnas Yogyakarta L. Wahyu Efendi mengatakan guna melakukan evakuasi korban terjepit, jawatannya menggunakan peralatan ekstrikasi. Upaya evakuasi juga bekerjasama dengan PMI Kulonprogo.

"Proses evakuasi tidak mengalami kendala yang berarti. Upaya evakuasi juga dilakukan dengan kurun waktu sekitar satu jam. Upaya evakuasi yang kami lakukan dengan menurunkan satu tim rescue," kata Wahyu.