Sentra Produksi Patilo Bakal Dibangun di Krakal Guningkidul

Singkong, bahan utama patilo. - Harian Jogja/David Kurniawan
30 September 2021 13:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gunungkidul akan membangun sentra produksi patilo di kawasan Pantai Krakal di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Rencananya pembangunan dilaksanakan tahun depan dengan pagu anggaran dari Pemerintah Pusat.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan pembangunan sentra produksi patilo sudah diajukan ke Kementerian Perdagangan. Hingga saat ini ada lampu hijau untuk membantu pembiayaan dalam pembangunan. “Yang kami ajukan sekitar Rp4,6 miliar, tapi untuk kepastiannya masih menunggu informasi secara resmi,” kata Kelik, Kamis (30/9/2021).

Dia menjelaskan patilo yang berbahan dasar singkong merupakan pengangan khas Gunungkidul. 

Menurut Kelik, sentra produksi patilo akan dikonsep seperti taman teknologi pertanian yang memproduksi cokelat di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran. “Makanya dibangun di kawasan wisata tepatnya di Pantai Krakal,” katanya.

Dia menambahkan pembangunan sentra produksi patilo hanya salah satu program. Disperindag Gunungkidul juga memiliki rencana nembangun pasar tematik wisata di Krakal. “Mungkin sentra produksi patilo dulu. Setelah itu, pasar tematiknya,” ungkap mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ini.

Pengembangan kawasan Krakal sudah dilaksanakan sejak 2016 lalu hingga sekarang. Adapun pembangunan dilakukan secara bertahap dan total anggaran yang dikeluarkan sekarang mencapai Rp11,7 miliar.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahun ini, pihanya mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) fisik dari Pemerintah Pusat sebesar Rp1,4 miliar.

Anggaran ini, sambung dia, digunakan untuk membangun kios-kios serta pemasangan lampu penerangan jalan di area parkir di Krakal. “Sudah dikerjakan,” katanya.

Menurut dia, pembangunan belum sepenuhnya selesai. Meski demikian, Hary belum bisa memastikan kelanjutan pembangunan karena di tahun ini tidak mengajukan anggaran ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan di 2022. “Berhubung ada program pembangunan pasar temati wisata di disperinda, kami tidak mengajukan bantuan ke pusat,” katanya.