Update 1 Oktober: Terus Turun, Kasus Covid-19 DIY Bertambah 64 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
01 Oktober 2021 18:27 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Kasus Covid-19 di DIY dalam sepekan terakhir terus mengalami penurunan dengan angka penambahan kasus harian di bawah angak 100. Satgas Penanganan Covid-19 DIY melaporkan penambahan kasus Covid-19 per 1 Oktober 2021 sebanyak 64 kasus. Jumlah kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan harian terhadap 7.161 orang.

Sehari sebelumnya penambahan kasus baru di angka 67 kasus dengan jumlah orang yang diperiksa harian sebanyak 6.536 orang. Kepala Bagian Humas, Biro Umum, Hubungan Masyarakat, dan Protokol (UHP) Setda DIY, Ditya Nanaryo Aji mengatakan tambahan kasus baru terbanyak disumbang dari  Bantul 25 kasus.

Kemudian disusul Sleman dan Kulonprogo masing-masing 12 kasus, Gunungkidul sembilan kasus, dan Jogja enam kasus. “Secara komulatif total kasus terkonfirmasi menjadi 154.893 kasus,” kata Ditya, Jumat (1/10/2021). Sementara kasus aktif saat ini 1.441 kasus.

Penambahan kasus terkonfirmasi terbanyak dari hasil tracing kontak kasus positif sebanyak 54 kasus, kemudian disusul berdasarkan periksa mandiri tujuh kasus, dan belum ada info atau belum diketahui riwayatnya sebanyak tiga kasus.

BACA JUGA: Terkejut Didatangi Ganjar, Crew Radio Kenambai Umbai: Tidak Menyangka

Adapun kasus kesembuhan terus mengalami peningkatan. Ditya mengatakan tambahan kasus sembuh terbaru sebanyak 135  kasus, sehingga total sembuh menjadi 148.260 Kasus. Tambahan kasus sembuh dari Bantul dan Sleman masing-masing 43 kasus, kemudian Jogja 25 kasus, Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing 12 kasus.

Sementara kematian Covid-19 per 1 Oktober 2021 ini bertambah dua orang. Keduanya masing-masing dari Bantul dan Kulonprogo.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih mengatakan terjadinya penurunan kasus Covid-19 akhir-akhir ini dipengaruhi tiga hal, yakni efektifnya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang saat ini masih di level 3. Kemudian vaksinasi juga masif dan tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan di masyarakat meningkat.

“Tapi tidak boleh lengah, virus masih ada, sewaktu-waktu bisa naik kasus. Tetap prokes dan tuntaskan vaksinasi,” ucap Berty.