Advertisement
Meski Kasus Covid di Kulonprogo Menurun, Rusunawa Giripeni Tetap Jadi Ruang Isolasi
Tim Satuan Tugas Covid-19 meninjau Rusunawa Giripeni yang akan disiapkan sebagai tempat karantina mandiri bagi PP maupun OTG wilayah Kulonprogo, Rabu (29/4/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Penurunan angka positif Covid-19 harian di Kulonprogo tidak membuat Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menutup fasilitas isolasi terpusat Rusunawa Giripeni yang diperuntukkan bagi pasien positif Covid-19 kategori ringan maupun sedang.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan layanan isolasi terpusat di Rusun Giripeni dibuka karena instruksi Pemerintah Pusat.
Advertisement
Kasus positif Covid-19 di Kulonprogo dalam kurun waktu sekitar satu bulan ini mengalami penurunan yang cukup signifikan.
Merujuk dari data dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, keterisian bangsal khusus pasien positif Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 yakni total sebesar 10,60 persen. Angka tersebut jauh dari beberapa bulan sebelumnya yang sempat menyentuh angka sekitar 95 persen.
"Untuk nakes yang tadinya ditempatkan di Rusun Giripeni kami alihkan menjadi petugas vaksinator maupun sebagai petugas kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Petugas yang berjaga tetap ada walaupun tidak banyak," kata Fajar, Jumat (1/10/2021).
Rusun Giripeni sempat menjadi perhatian panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto beberapa waktu lalu saat melakukan kunjungan kerja di Kulonprogo.
Panglima TNI meminta agar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 menempatkan pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan sampai dengan sedang di gedung isolasi terpusat yang terdapat di rusun Giripeni. Harapannya, upaya pemantauan kesehatan terhadap pasien positif Covid-19 mampu dilakukan secara signifikan.
"Sehingga pasien positif Covid-19 bisa dipantau soal obat-obatannya. Apakah kesehatannya membaik atau memburuk. Untuk itu, empat pilar percepatan penanganan Covid-19 baik itu, TNI, Polri, Pemda dan puskesmas harus kerja keras. Masyarakat mau ditempatkan di ruang isolasi terpusat," ujar Hari Tjahjanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Mulai Terjadi Selasa Esok
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Investor Kereta Gantung Prambanan Siap Paparan ke Pemda DIY
- Parkir Nontunai Mulai Diterapkan di Bantul
- Jadwal Lengkap KA Bandara Jogja-YIA Terbaru Senin 23 Maret 2026
- Senin Mau ke Solo? Simak Jadwal Keberangkatan KRL Jogja-Solo, 23 Maret
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Senin 23 Maret 2026: Waspada Hujan Ringan
Advertisement
Advertisement







