Vaksinasi di Kota Jogja Ditarget Rampung Bertepatan dengan HUT

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti (ketiga dari kanan) dan Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad (kanan) meninjau kegiatan vaksinasi di Kantor Pusat BPD DIY, Sabtu (21/8/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
02 Oktober 2021 07:57 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota Jogja mengklaim seluruh warganya ditargetkan tuntas vaksinasi saat momen hari ulang tahun (HUT) kota tersebut pada 7 Oktober mendatang. Pemkot saat ini tengah berupaya menggenjot vaksinasi lewat tingkat kemantren sebagai ujung tonggak percepatan vaksin.

Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, sedikitnya 28.000 warga setempat belum divaksin per akhir September kemarin. Dari jumlah itu sekitar 14.000 terdiri dari kaum perempuan dan lansia. Oleh karena itu, Haryadi meminta kemantren untuk menyisir ulang warga masing-masing dan segera melakukan vaksinasi.

"Makanya sejak Oktober nanti itu semua kemantren sudah harus deklarasi tuntas vaksin. Kalau masih ada yang belum rampung, saya akan ambil alih kebijakannya di tingkat kota dengan Satgas percepatan vaksin dan Satgas PKK, makanya saya minta dukungan di akhir-akhir ini," kata Haryadi, Jumat (1/10/2021).

Dia menyebut, untuk mempercepat proses vaksinasi terutama kepada kaum perempuan pihaknya juga telah menugaskan Satgas tim penggerak PKK yang terdiri dari kaum ibu untuk melakukan cara-cara yang persuasif dalam mengajak masyarakat. Haryadi berpendapat  cara dan sentuhan perempuan kadang kala lebih tepat dalam mengakomodir sesama perempuan yang belum divaksin.

Baca juga: Novel Baswedan Sebut Pejabat Korup Tak Boleh Dimaklumi

"Satgas penggerak PKK ini kan potensinya besar dan kemudian juga kerap masih ada yang enggan ke tempat vaksinasi, belum lagi yang berhijab mungkin agak sungkan kalau vaksinatornya pria, karena harus melepas pastinya kurang nyaman. Itu diprioritaskan bagi yang belum ke depan, jadi dalam pelaksanaannya nanti para penggerak PKK ini kan lebih efektif dalam pendekatan ke kaum perempuan jika dibandingkan dengan struktural," ujarnya.

Selain itu, upaya mengajak vaksin kepada kaum lansia juga kerap menimbulkan masalah baru. Masih ada lansia yang enggan untuk divaksin dengan berbagai alasan. Padahal menurut Haryadi program vaksinasi juga sebagai salah satu upaya dalam memperpanjang angka harapan hidup warganya.

"Saya juga minta lansia agar diprioritaskan ke depan. Bahasanya kan lebih lembut kalau lewat kader PKK ini, terutama untuk lansia. Kan usia harapan hidupnya ini mesti dipertahankan, pemerintah bertanggung jawab terhadap itu, apalagi kalau di bawah 70 meninggal dunia. Artinya program pemerintah kan berperan penting dalam menjaga usia harapan hidup warganya, salah satunya lewat vaksin ini," ungkap dia.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, berdasarkan persentase hampir semua kemantren di wilayah Kota Jogja rerata capaian vaksinasi kepada warganya mencapai 80-90 persen per akhir September lalu. Sehingga pihaknya optimistis pada awal Oktober ini, seluruh warga sudah tuntas divaksin minimal dosis pertama.

"Kemantren Kotagede sudah kita deklarasikan sebagai wilayah yang pertama tuntas vaksin. Dan sekarang dilihat dari persentase itu rata-rata kemantren sudah 90 persen, masih ada yang 70 persen yakni Umbulharjo karena wilayah besar tapi rata-rata sudah 90 persen," ujarnya.

Dia mengklaim dalam sepekan ke depan pihaknya bersama jajaran kemantren dan kelurahan akan berupaya menuntaskan vaksinasi. Tidak hanya warga yang ber KTP Jogja saja melainkan ikut pula bagi warga yang berdomisili di wilayah setempat. "Dari seluruh warga maupun yang domisili, keduanya itu kami tuntaskan tidak hanya yang KTP Jogja. minimal dosis pertama dan dosis kedua sebagian juga akan terlaksana di pekan ini, karena pada beberapa waktu lalu vaksinasi dosis pertama kan juga banyak," ucap Heroe.

Wilayah Pertama

Camat Kotagede, Rijwan mengungkapkan, pihaknya beberapa waktu lalu telah mendeklarasikan sebagai wilayah pertama yang menuntaskan vaksin di Kota Jogja bagi warga yang layak untuk divaksin. Adapun sasarannya adalah sebanyak 28.000 orang yang terdiri dari 90 persen warga setempat dan sisanya merupakan penyintas. Sementara sekitar 3.000 warga luar kota yang berdomisili di daerah setempat juga telah divaksin dari berbagai macam tempat.

"Bagi warga yang belum layak menerima vaksin semisal penyintas, komorbid, dan lain sebagainya itu kita data dan akan pantau terus. Jadi sekiranya sudah memungkinkan akan langsung kita vaksin," kata Rijwan.