Tinggal Ada Satu Isoter di Kota Jogja untuk Pasien Covid-19

Suasana isoter Bener di Tegalrejo, Sabtu (2/10/2021). Isoter Bener menjadi satu-satunya tempat yang masih beroperasi dan menerima pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di Kota Jogja-Harian Jogja - Yosef Leon
02 Oktober 2021 18:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja tinggal menyisakan satu selter isolasi terpusat (isoter) untuk perawatan bagi pasien Covid-19 yang berada di kawasan Bener, Tegalrejo. Satu dari dua isoter yang dikelola oleh Pemkot Jogja sebelumnya telah ditutup yakni yang berada di Rusunawa Gemawang karena menurunnya kasus Covid-19 di wilayah setempat.

Petugas Tagana selter isoter Bener, Sumadi mengatakan, pihaknya belum menerima arahan lebih lanjut dari Pemkot Jogja soal penghentian operasional selter tersebut karena minimnya jumlah pasien yang dirawat belakangan ini. Dia menyebut, saat ini petugas masih menjalankan tugas seperti biasa namun hanya menyesuaikan dengan kondisi Covid-19 yang melandai.

"Tinggal satu pasien saja yang dirawat," kata Sumadi ditemui Sabtu (2/10/2021).

Dia menjelaskan, sampai saat ini petugas masih melakukan aktivitas seperti biasa meskipun kasus Covid-19 melandai dan jumlah pasien yang dirawat cenderung berkurang. Ketugasan di isoter itu diemban oleh para personel PMI, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan juga Tagana Kota Jogja.

BACA JUGA: Mengenal Beragam Motif Batik di Hari Batik Nasional, 2 Oktober

"Piket dan tugas lain masih berjalan. Kami masih tetap seperti biasa karena belum ada arahan soal penutupan," tambah dia.

Sumadi mengungkapkan, jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan atau pemulihan di isoter belum menunjukkan kasus Covid-19 yang sebenarnya. Musababnya, cukup banyak warga yang enggan melakukan isolasi di isoter karena berbagai hal. Padahal, semua kebutuhan dan fasilitas pemulihan telah disediakan oleh pemerintah.

"Memang macam-macam, ada yang tidak mau mungkin karena takut atau malah ada juga yang kerasan, pas sudah sembuh tidak mau balik," kata dia.

Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Okto Heru Santosa mengatakan, penutupan selter isoter yang di Rusunawa Gemawang masih bersifat sementara. Artinya lokasi tersebut masih memungkinkan untuk dijadikan tempat isolasi jika sewaktu-waktu muncul gelombang baru Covid-19.

Pihaknya juga masih mempertimbangkan kondisi Covid-19 belakangan ini untuk memastikan bahwa fasilitas isoter masih dibutuhkan atau tidak dalam penanganan Covid-19. "Ditutup sementara yang selter Gemawang, sifatnya masih jaga-jaga, makanya yang Bener masih aktif. Kita juga terus pantau dan pastikan kondisi penanganan kian optimal dilakukan," kata Okto.

Okto menambahkan, adapun kapasitas selter Bener adalah sebanyak 42 unit dengan puluhan kamar, sementara yang berada di Rusunawa Gemawang memiliki kapasitas 15 unit. BPBD dan Dinas Sosial DIY pun juga telah menonaktifkan sejumlah selter yang berada di bawah naungannya sejak beberapa pekan terakhir. Hal itu juga melihat kondisi perkembangan Covid-19 secara umum di DIY.

"Yang dikelola BPBD DIY kemarin ada tiga isoter, namun semakin membaiknya kondisi penanganan pandemi di DIY maka ketiga isoter itu dihentikan operasionalnya yakni Rusun ASN BBWSSO, Rusun asrama mahasiswa UNY dan Rusun PIAT UGM. Dan yang lain yang mengelola melalui dinas sosial dari 43 selter dengan kapasitas 2.643 hanya terisi 51 orang sekarang," kata Kabid Penanganan Darurat BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto.