Viral Video Percakapan Telepon Bupati Sleman Tuntut Dirut PSS Marco Minta Maaf, Ini Lengkapnya

Tangkapan layar video saat Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat meminta klarifikasi Dirut PSS lewat telepon yang beredar di media sosial. - TikTok.
02 Oktober 2021 10:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Video percakapan telepon Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo yang meminta klarifikasi Direktur Utama PSS Sleman Marco Gracia Paulo terkait pernyataan pemindahan homebase viral di media sosial (medsos). Pernyataan Marco tersebut sempat memancing kemarahan para suporter PSS. Video tersebut viral dengan disukai 17.000 dengan 349 komentar.

Melalui video yang diunggah akun Tiktok @r99projectofficial tampak percakapan antara Bupati Sleman dengan suara Direktur Utama PSS Sleman Marco Gracia Paulo. Di awal percakapan, Marco menyapa Kustini dan Wakil Bupati Danang Maharsa yang juga berada di samping Bupati tampak di video tersebut.

BACA JUGA : Demonstrasi di Omah PSS, Massa Tuntut Dejan Out

Di percakapan tersebut Marco meminta maaf atas pernyataannya yang ingin memindahkan homebase PSS, alasannya statement itu terucap karena dirinya tertekan dan tidak tidur selama dua hari.

“Saya mohon maaf lah atas statement saya, karena mohon dimaklumi konteksnya saya dua hari tidak tidur dengan tekanan-tekanan seperti itu, jadi, tetapi tidak ada rencana sama sekali [untuk memindahkan PSS], kami tetap pada komitmen di awal bahwa PSS Sleman ya pasti punyanya Sleman,” ucap Marco yang terekam dalam video yang beredar di medsos.

Bupati Kustini pun menimpalinya dengan mengingatkan bahwa PSS adalah kebanggaan warga Sleman, ia meminta kepada Marco agar meminta maaf atas pernyataan tersebut.

“Mas Marco tahu to, PSS itu kebanggaan orang Sleman, jadi panjenengan saya mengharapkan minta maaf kepada warga masyarakat,” kata Kustini dengan nada tegas.

“Siap ibu,” sahut Marco.

BACA JUGA : Ingin Pindahkan PSS Sleman, Begini Penjelasan Marco Gracia Paulo

Kustini pun bertanya soal Pelatih PSS Dejan Antonic.

“Bagaimana dengan pelatih, Dejannya?,” tanya Kustini.

Marco pun mengaku akan melakukan evaluasi. “Kita tetapi evaluasi, sebentar lagi tetap naik kok bu [poin PSS], memang sayang kita kehilangan poin di awal ini, tetapi bukan berarti, kita memang mulai terlambat tetapi kita perlu waktu sedikit, sebentar lagi naik kok bu,” jawab Marco.

Panggil Manajemen

Sebelumnya Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo memanggil manajemen PSS untuk meminta penjelasan soal pernyataan Marco yang memancing kemarahan suporter PSS. Sebelumnya, ratusan suporter PSS mendatangi Omah PSS di Sariharjo, Ngaglik. Mereka menuntut manajemen memecat Dejan menyusul hasil buruk dalam lima laga awal Liga 1 2021/2022.

PSS baru mengemas empat poin dan terperosok di papan bawah, hanya satu setrip di atas zona degradasi.Perwakilan suporter kemudian berbicara melalui telepon dengan Marco. Dalam pembicaraan itulah Marco menyebut direksi bisa memecat Dejan, tetapi konsekuensinya, homebase PSS akan dipindah. Bupati Sleman kemudian meminta kepada Marco Gracia Paulo untuk meminta maaf kepada masyarakat Sleman.

"Sore ini melalui telepon, kami minta Pak Marco untuk meminta maaf segera. Serta saya pastikan, homebase PSS tetap di Sleman," ungkap Kustini seusai memanggil manajemen PSS di Rumah Dinas Bupati, Jumat (1/10/2021).

BACA JUGA : Respons Tuntutan Dejan Out, PSS Lempar Wacana Pindah Homebase

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sleman meminta penjelasan dari soal pernyataan Marco. "Itu statement pribadi dan bukan dari hasil rapat bersama dan beliau (Marco) sudah meminta maaf atas dampak dari ucapannya tersebut," ucap Kustini.

Marco spontan mengatakan akan memindah markas PSS lantaran tekanan. "Beliau (Marco) cerita kalau memang sedang tertekan. Tadi saya juga sampaikan agar tetap sabar dan berpikir positif karena semua suporter pasti menginginkan performa yang terbaik di setiap laga," ujar Kustini.