Kasus Positif Covid-19 di Bantul Tambah 11 Orang

Foro ilustrasi. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
04 Oktober 2021 04:17 WIB Newswire Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pada Minggu (3/10/2021), kasus konfirmasi COVID-19 di Kabupaten Bantul bertambah 11 orang sehingga total kasus positif secara kumulatif hingga Minggu menjadi 56.702 orang.

Berdasarkan data Satgas Penanggulangan COVID-19 Bantul di Bantul, Minggu, tambahan kasus baru itu berasal dari Kecamatan Kasihan tujuh orang, kemudian Srandakan, Pandak, Bambanglipuro dan Sewon masing-masing satu orang.

Dalam periode yang sama terdapat kasus konfirmasi COVID-19 yang dinyatakan sembuh berjumlah enam orang, sehingga total angka kesembuhan di Bantul menjadi 54.870 orang.

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel di DIY Melesat Tajam

Sedangkan kasus konfirmasi COVID-19 yang meninggal dunia tidak ada penambahan kasus baru, sehingga jumlahnya tetap terdata 1.557 orang.

Dengan perkembangan kasus harian itu, maka jumlah kasus aktif COVID-19 atau pasien yang masih terinfeksi dan menjalani karantina ataupun isolasi di Kabupaten Bantul per Minggu (3/10) masih 275 orang.

Dari kasus aktif tersebut, Kecamatan Banguntapan masih menjadi yang terbanyak dengan 50 orang, disusul Kasihan 40 orang, kemudian kecamatan dengan kasus terendah dari Dlingo satu orang, dan satu kecamatan yang sudah nol kasus yaitu Piyungan.

Baca juga: Biaya Masuk SD Swasta di Kota Solo Capai Rp 21 Juta

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa seiring penurunan kasus COVID-19 di Bantul, pemkab bersinergi dengan TNI dan Polri Terus menggencarkan vaksinasi bagi masyarakat, sebagai bentuk ikhtiar dalam menanggulangi pandemi virus corona.

"Vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar kita dalam menanggulangi COVID-19 dari dalam tubuh kita dengan menciptakan peningkatan imunitas tubuh," katanya.

Meski demikian, Bupati terus mengajak masyarakat bersama memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta disiplin protokol kesehatan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

Sumber : Antara