Tinjau Pelaksanaan Asesmen, Bupati Kustini Ingatkan Prokes

Foto ilustrasi pelaksanaan PTM. - Harian Jogja/Sirojul Khafid
05 Oktober 2021 06:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai penyelenggaraan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) berjalan baik.

Meski begitu, ia tetap mengingatkan penerapan protokol kesehatan (prokes) saat pemberlajaran tatap muka (PTM) yang akan dilaksanakan pekan depan. "Penyelenggaraan ANBK bagi jenjang SMP sudah menyesuaikan dengan ketentuan Kementerian Pendidikan," katanya usai meninjau pelaksanaan ANBK di SMPN 2 Depok, Senin (4/10).

Selama pelakaanaan ANBK, katanya, sekolah sudah penerapkan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, jumlah siswa yang masuk dibatasi hanya sebanyak 15 siswa dalam ruang kelas. "Pelaksanaan ANBK sudah menyesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," jelas Kustini.

Hanya saja, ia berharap ketentuan yang sama juga dilaksanakan saat PTM dimulai pekan depan di 119 SMP Sekolah Negeri dan Swasta. Seluruh Sekolah tersebut sebelumnya telah diverifikasi. "Jangan sampai muncul klaster. Kalau ada klaster sekolah akan ditutup sementara. Kalau dilihat kondisi saat ini insyaallah anak-anak akan mematuhi protokol kesehatan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman Ery Widaryana menjelaskan jika pelaksanaan PTM untuk jenjang SMP akan dimulai setelah ANBK selesai. Dijelaskan dari 161 sekolah jenjang SMP/MTs total siswa 16.633. Adapun siswa yang  mengikuti sampling ANBK di 119 sekolah sebanyak 6.140 siswa dan cadangan 568 siswa.

"PTM di masa transisi dimulai pada 4 Oktober 2021. Namun karena bertepatan dengan pelaksanaan ANBK, maka akan difokuskan terlebih dahulu ANBK. Setelah itu langsung dilanjutkan PTM," kata Ery.

Ery menyebut PTM akan digelar secara bertahap melalui serangkaian evaluasi sebagai bentuk kehati-hatian Pemkab agar tidak menimbulkan klaster sekolah. Untuk PTM jenjang Sekolah Dasar (SD) juga akan dimulai pada 11 Oktober. "Pekan ini kami mulai melakukan verifikasi. PTM untuk SD akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal diambil lima sampel SD di 17 kapanewon atau total 85 SD, selanjutnya dievaluasi dan jumlah sekolah bisa ditambah," jelasnya.