Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, SLEMAN--Pembangunan infrastruktur yang belum berwawasan lingkungan akan berakibat pada semakin berkurangnya area resapan air. Untuk menjaga kondisi dan kualitas air, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menggelar Sosialisasi Biopori Untuk Konservasi Air di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama Kapanewon Depok, Senin (4/10/2021).
Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Mustika Dewi mengatakan kegiatan tersebut digelar akibat semakin menyempitnya resapan air seiring berkurangnya lahan terbuka. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut akan menimbulkan bencana alam seperti banjir, kekeringan, penurunan muka air tanah, dan pencemaran lingkungan.
"Upaya mitigasi bencana jika tidak segera dilakukan, tentunya akan berdampak pada masyarakat. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya konservasi air dengan penanaman pohon, pengelolaan sampah dan pembuatan biopori," terang Dewi.
Kawasan Depok, katanya, menjadi salah satu daerah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Kebutuhan permukiman di kawasan ini semakin meningkat sehingga berdampak pada semakin terbatasnya lahan terbuka hijau. Kondisi demikian juga berbanding lurus dengan meningkatnya residu sampah.
"Selain sebagai konservasi air, biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai komposter pupuk organik. Sampah rumah tangga seperti sisa makanan, daun, jangan dibakar, masukkan saja dalam biopori. Tiga bulan ke depan dapat dipanen karena sudah menjadi pupuk kompos," imbuh Dewi.
Pembuatan biopori tersebut diapresiasi Panewu Depok, Subagya. Menurutnya, menjaga lingkungan yang baik menjadi tanggung jawab bersama. "Jangan sampai besok-besok kita mendapat musibah seperti banjir karena kita sendiri abai terhadap pengelolaan lingkungan," kata Subagya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.