Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Ilustrasi drainase/Ist-WSBT
Harianjogja.com, SLEMAN--Pembangunan infrastruktur yang belum berwawasan lingkungan akan berakibat pada semakin berkurangnya area resapan air. Untuk menjaga kondisi dan kualitas air, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman menggelar Sosialisasi Biopori Untuk Konservasi Air di Gedung Pertemuan Sasana Anglocita Tama Kapanewon Depok, Senin (4/10/2021).
Kepala Seksi Pengembangan Kapasitas dan Peran Serta Masyarakat Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Sleman, Mustika Dewi mengatakan kegiatan tersebut digelar akibat semakin menyempitnya resapan air seiring berkurangnya lahan terbuka. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut akan menimbulkan bencana alam seperti banjir, kekeringan, penurunan muka air tanah, dan pencemaran lingkungan.
"Upaya mitigasi bencana jika tidak segera dilakukan, tentunya akan berdampak pada masyarakat. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya konservasi air dengan penanaman pohon, pengelolaan sampah dan pembuatan biopori," terang Dewi.
Kawasan Depok, katanya, menjadi salah satu daerah dengan laju pertumbuhan penduduk yang tinggi. Kebutuhan permukiman di kawasan ini semakin meningkat sehingga berdampak pada semakin terbatasnya lahan terbuka hijau. Kondisi demikian juga berbanding lurus dengan meningkatnya residu sampah.
"Selain sebagai konservasi air, biopori juga dapat dimanfaatkan sebagai komposter pupuk organik. Sampah rumah tangga seperti sisa makanan, daun, jangan dibakar, masukkan saja dalam biopori. Tiga bulan ke depan dapat dipanen karena sudah menjadi pupuk kompos," imbuh Dewi.
Pembuatan biopori tersebut diapresiasi Panewu Depok, Subagya. Menurutnya, menjaga lingkungan yang baik menjadi tanggung jawab bersama. "Jangan sampai besok-besok kita mendapat musibah seperti banjir karena kita sendiri abai terhadap pengelolaan lingkungan," kata Subagya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Guterres bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan mendorong dialog untuk mengakhiri konflik. Iran mengajukan proposal buka Selat Hormuz.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan tujuh muda-mudi yang mengonsumsi ciu sambil bernyanyi di Taman Kampus ISI Solo.
Pemkab Bantul menyiapkan survei berkala untuk mengevaluasi SPPG dan pelaksanaan MBG, termasuk jumlah, distribusi, kemasan, dan waktu konsumsi.
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.