UGM Temukan Residu PVC di Lokasi Api Misterius Seyegan
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati.
Harianjogja.com, BANTUL - Pada penerapan PPKM Level 3 kesekian kalinya, Satpol PP Bantul masih menemukan pelanggaran prokes di lingkungan masyarakat. Fasilitas publik seperti taman dan usaha kuliner masih menjadi sasaran para pelanggar prokes.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta kembali melalukan evaluasi penerapan prokes sepekan ke belakang. Hasil evaluasi Yulius pada Senin (4/10) menemukan bahwa Satpol PP masih sering menemukan pelanggaran prokes di sejumlah aktivitas masyarakat, salah satunya usaha kuliner kafe.
"Di kafe-kafe memang terjadi peningkatan. Kemarin di beberapa operasi Tim Gakkum kita masih terpaksa untuk membubarkan," tutur Yulius.
Pembubaran yang dilakukan Satpol PP bukan tanpa alasan. Pasalnya dijelaskan Yulius, kafe-kafe tersebut melangar ketentuan makan di tempat sampa pukul 21.00 WIB dan pemesanan maksimal pukul 22.00 WIB untuk bawa pulang. "Tenyata setelah kita operasi pukul 22.00 WIB masih banyak yang makan di tempat," ujarnya
"Sehingga karena kita fungsinya melakukan pengawasan agar ketentuan aturan itu menjadi satu azas kepatuhan dan ketaatan ya terpaksa kita bubarkan," ungkapnya.
Di fasilitas publik, Satpol PP Bantul menggunakan metode mematikan lampu agar para warga pulang saat melebihi batas jam yang ditentukan selama PPKM Level 3. Di Taman Paseban misalnya, Yulius bekerja sama dengan Disdag Bantul untuk mematikan lampu penerangan di sekitar kawasan. Sementara di Taman Milenial, Satpol PP bekerja sama dengan DLH untuk memadamkan lampu penerangan di sana.
"Kita matikan lampu ketika sudah lewat pukul 21.00 WIB. Cara ini lebih mudah, begitu sudah gelap mereka bubar dengan sendirinya," terangnya.
Yulius berharap masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas. "Kedepan ini kita mengimbau untuk di tempat-tempat publik, contohnya dua [taman] tadi yang sempat kita kondisikan, mungkin juga di Gabusan mungkin di Sultan Agung atau di Makam-makam Raja Imogiri dari satgas wilayah harapan kami berperan aktif bersama menegakan prokes," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Kapten Tanjung Verde Ryan Mendes diselidiki polisi Selandia Baru atas dugaan pemerkosaan. Insiden terjadi Maret 2026 di Auckland. FIFA angkat bicara!
PKK Bausasran mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme dan menghasilkan lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi untuk kebutuhan warga.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.