Advertisement

1.085 Warga Kota Jogja Terima Bansos Tunai dari APBD

Sirojul Khafid
Jum'at, 08 Oktober 2021 - 08:07 WIB
Sunartono
1.085 Warga Kota Jogja Terima Bansos Tunai dari APBD Heroe Poerwadi (tengah) dalam acara penyaluran BST di Kantor Pos Besar Jogja, Gondomanan, Jogja, Kamis (7/10/2021). Harian Jogja - Sirojul Khafid.

Advertisement

Harianjogja.com, GONDOMANAN -- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 1.085 warga. Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, sumber BST ini dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Para penerima BST merupakan hasil penyisiran data Dinsosnakertrans Jogja. "Ini adalah hasil penyaringan yang ke sekian kali. Kami memiliki data mana yang sudah mendapat BST atau belum," kata Heroe di sela-sela penyaluran BST di Kantor Pos Besar Jogja, Gondomanan, Jogja, Kamis (7/10/2021).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Penyaringan untuk mendapatkan data warga yang layak mendapatkan BST, namun belum menerima bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dalam hal ini Kementerian Sosial Republik Indonesia. Nilai BST sebesar Rp1,2 juta. Angka ini merupakan BST selama enam bulan dengan nilai perbulan sebanyak Rp200.000.

"Ini bagian dari upaya kami untuk menuntaskan, agar seluruh warga yang layak menerima untuk segera dituntaskan [penyalurannya]," kata Heroe.

Kepala Dinsosnakertrans Jogja, Maryustion Tonang mengatakan penyaluran BST berlangsung secara bertahap. "Hari ini [penyaluran untuk] lima kemantren. Semua tersentral di sini. Perhari rata-rata penyaluran untuk 200 orang," kata Maryustion.

Apabila penerima BST tidak bisa datang sesuai jadwal, masih ada waktu 30 hari untuk mencairkannya. Salah satu penerima BST, Hari Rudito, 39, merasa terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Ini pertama kali menerima bantuan. Lumayan membantu, sebelumnya terdampak pandemi dan usahanya tutup," kata Hari.

"Dulunya jualan kopi di Malioboro, tapi karena aturan PPKM, sehingga tidak bisa jualan. BST ini untuk bertahan hidup dan membuka usaha lagi."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Simak! Ini Pidato Lengkap Jokowi di Puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 14:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement