Genjot Vaksin, Vaksinasi di Bantul Bakal Dimulai di Tingkat RT/RW

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
08 Oktober 2021 18:57 WIB Yosef Leon Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - DPRD Kabupaten Bantul meminta pelaksanaan cakupan vaksinasi di wilayah setempat agar dimaksimalkan untuk mempercepat penanganan Covid-19. Penelusuran warga yang belum divaksin hendaknya dilakukan hingga ke tingkat RT dan RW guna memperluas cakupan vaksinasi di wilayah setempat.

"Vaksinasi akan kita coba minta percepat ya dan maksimalkan, karena memang mesti tiap hari itu harus ada jadwalnya buat mempercepat proses cakupan, tetap kita maksimalkan dan tiap hari itu per kapanewon dan kalurahan sampai ke RT dan RW bahkan harus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian," kata Wakil Ketua DPRD Bantul, Subhan Nawwawi, Jumat (8/10/2021).

Subhan menyebut, identifikasi bagi warga yang belum divaksin menjadi penting. Jangan sampai keteledoran data membuat program vaksinasi menjadi berjalan kurang optimal di lapangan. Dengan demikian upaya bersama dalam program vaksin, mulai dari pemerintah kapanewon hingga kalurahan dan juga RT serta RW bisa maksimal di masa PPKM level 3 ini.

BACA JUGA: Minta Rincian Transaksi ke PPATK, Polisi Usut Kasus Jual Beli Narkoba Rp120 Triliun

"Itu memang kita minta agar segera diidentifikasi mana warga yang belum agar segera divaksin. Ini sudah identifikasi malah sampai ke tingkat RT, memang perlu target-target percepatan dan dimaksimalkan lagi," katanya.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan, berdasarkan data terakhir pada 6 Oktober, ada sebanyak 591.714 warga atau 71,78 persen yang telah menjalani vaksin dosis pertama dan 328.586 atau 39.86 persen warga yang telah menjalani dosis vaksin kedua dari total sasaran sebanyak 824.370 orang.

Dari jumlah itu, hanya tenaga kesehatan (nakes) dan petugas pelayanan publik yang baru mencapai cakupan vaksin di atas 90 persen baik dosis pertama maupun dosis kedua. Sementara untuk vaksin booster nakes baru mencapai angka 5.344 atau 64,41 persen dari total 8.297 sasaran.

Di sisi lain untuk warga lanjut usia (lansia) dan masyarakat rentan masih di bawah angka 60 persen atau tepatnya 55,95 persen dosis satu dan 40,38 persen dosis dua untuk lansia, serta 36,83 persen dosis satu dan 21,09 persen dosis kedua untuk masyarakat rentan.

"Kami sudah melakukan pendataan dan juga sensus vaksinasi melalui RT. Jadi, vaksinasi akan lebih difokuskan ke unit wilayah terkecil misal dusun atau kalurahan dengan layanan terfokus jemput bola mendekat ke masyarakat," katanya.

Abednego mengungkapkan, beberapa waktu belakangan layanan vaksinasi dengan jemput bola memang tengah digenjarkan untuk memperluas cakupan vaksinasi kepada warga setempat. Dengan begitu, upaya vaksinasi sebagai salah satu cara dalam penanganan Covid-19 diharapkan bisa mempercepat penanganan pandemi.

"Selama ini memang sudah dilakukan dan kami juga ada layanan ketuk pintu, terutama bagi ODGJ dan disabilitas. Namun untuk skema percepatan akan lebih difokuskan lagi sambil tetap menerapkan layanan statis dan mandiri lainnya," kata dia.