Jangan Takut Nuklir, Teknologi Ini Justru Selamatkan Pasien Kanker
Stigma nuklir sebagai bahaya dipatahkan. Kedokteran nuklir di Jogja justru bantu deteksi dan terapi kanker dengan akurasi tinggi.
Acara serah terima bahan pelatihan dari Tim PPM Teknik Kimia UAD kepada Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Bantul, belum lama ini./Istimewa
Harian Jogja.com, BANTUL—Tim Pengabdian Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan handsoap, sabun padat dan lilin aromatheraphy untuk anggota Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Bantul.
Program kolaborasi antara tim PPM Program Studi Teknik Kimia UAD dan PDNA Bantul ini mengusung tema, Pelatihan Pembuatan Produk Handsoap, Sabun Padat dan Lilin Aromatheraphy Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Ekonomi Masyarakat.
Ketua Tim PPM, Shinta Amelia mengatakan penyuluhan dan pelatihan sudah dimulai sejak Mei 2021. Seharusnya pelatihan dilakukan secara luring namun karena kondisi pandemi dan kasus harian Covid-19 di DIY pada Mei lalu masih tinggi, maka penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara daring dengan media zoom, WAG dan Youtube. “Pelatihan diikuti oleh anggota PDNA Bantul dan perwakilan PCNA se-Kabupaten Bantul. Kami memodifikasi pelatihan full daring dengan diawali penyuluhan melalui zoom, kemudian peserta diberikan bahan untuk pembuatan produk. Setelah materi penyuluhan disampaikan melalui media zoom, peserta diminta mempraktikkan pembuatan produk di rumah masing-masing dengan bahan yang sudah didistribusikan. Peserta dibekali video tutorial yang sudah kami upload di Youtube,” kata Shinta dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (8/10/2021).
Ada tiga jenis penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan, yakni pembuatan handsoap, sabun padat dan lilin aromatheraphy. Materi pembuatan handsoap disampaikan oleh Lukhi Mulia Shitophyta, sedangkan materi pembuatan sabun padat disampaikan oleh Shinta Amelia. Untuk materi pembuatan lilin aromatheraphy disampaikan oleh Siti Jamilatun.
Shinta memaparkan meskipun kegiatan penyuluhan dan pelatihan digelar secara daring, antusiasme peserta sangat tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat khususnya bagi anggota PDNA Bantul.
Menurut Shinta, program ini dapat berkembang untuk pelatihan produk lainnya. Setelah masyarakat dapat membuat produk, tahap selanjutnya adalah memasarkan produk. “Kegiatan ini harapannya tak hanya menambah pengetahuan masyarakat terkait dengan produk, namun dapat menambah pendapatan masyarakat dengan menghasilkan produk yang layak jual,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Siaran Pers
Stigma nuklir sebagai bahaya dipatahkan. Kedokteran nuklir di Jogja justru bantu deteksi dan terapi kanker dengan akurasi tinggi.
Sebanyak 14 pesawat pengisi bahan bakar AS tiba di Israel di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran dan rencana penambahan armada.
Ferran Torres mempersembahkan gol penentu kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026 untuk 47 juta rakyat Spanyol.
Sebanyak 30 generasi muda terbaik mengikuti Forest Youthverse Summit Regional Pekanbaru yang digelar pada Kamis-Jumat (16-17/7/2026).
Harga emas Pegadaian 20 Juli 2026 terpantau stagnan. Simak daftar harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, dan UBS.
OJK telah mencabut izin usaha sembilan BPR dan BPRS sepanjang 2026. Simak daftar bank yang ditutup serta alasan pencabutan izinnya.