BSI Perkuat Wakaf Produktif, Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
Acara serah terima bahan pelatihan dari Tim PPM Teknik Kimia UAD kepada Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Bantul, belum lama ini./Istimewa
Harian Jogja.com, BANTUL—Tim Pengabdian Program Studi Teknik Kimia Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta mengadakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan handsoap, sabun padat dan lilin aromatheraphy untuk anggota Pimpinan Daerah Nasyiyatul Aisyiyah (PDNA) Bantul.
Program kolaborasi antara tim PPM Program Studi Teknik Kimia UAD dan PDNA Bantul ini mengusung tema, Pelatihan Pembuatan Produk Handsoap, Sabun Padat dan Lilin Aromatheraphy Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Ekonomi Masyarakat.
Ketua Tim PPM, Shinta Amelia mengatakan penyuluhan dan pelatihan sudah dimulai sejak Mei 2021. Seharusnya pelatihan dilakukan secara luring namun karena kondisi pandemi dan kasus harian Covid-19 di DIY pada Mei lalu masih tinggi, maka penyuluhan dan pelatihan dilakukan secara daring dengan media zoom, WAG dan Youtube. “Pelatihan diikuti oleh anggota PDNA Bantul dan perwakilan PCNA se-Kabupaten Bantul. Kami memodifikasi pelatihan full daring dengan diawali penyuluhan melalui zoom, kemudian peserta diberikan bahan untuk pembuatan produk. Setelah materi penyuluhan disampaikan melalui media zoom, peserta diminta mempraktikkan pembuatan produk di rumah masing-masing dengan bahan yang sudah didistribusikan. Peserta dibekali video tutorial yang sudah kami upload di Youtube,” kata Shinta dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Jumat (8/10/2021).
Ada tiga jenis penyuluhan dan pelatihan yang dilakukan, yakni pembuatan handsoap, sabun padat dan lilin aromatheraphy. Materi pembuatan handsoap disampaikan oleh Lukhi Mulia Shitophyta, sedangkan materi pembuatan sabun padat disampaikan oleh Shinta Amelia. Untuk materi pembuatan lilin aromatheraphy disampaikan oleh Siti Jamilatun.
Shinta memaparkan meskipun kegiatan penyuluhan dan pelatihan digelar secara daring, antusiasme peserta sangat tinggi. Hal itu menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian tersebut sangat bermanfaat khususnya bagi anggota PDNA Bantul.
Menurut Shinta, program ini dapat berkembang untuk pelatihan produk lainnya. Setelah masyarakat dapat membuat produk, tahap selanjutnya adalah memasarkan produk. “Kegiatan ini harapannya tak hanya menambah pengetahuan masyarakat terkait dengan produk, namun dapat menambah pendapatan masyarakat dengan menghasilkan produk yang layak jual,” katanya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Siaran Pers
BSI memperkuat ekosistem wakaf produktif melalui inovasi keuangan syariah dan digitalisasi untuk mengoptimalkan potensi wakaf uang Rp180 triliun
PSS Sleman menyampaikan duka atas kecelakaan rombongan suporter menuju Surabaya yang dilaporkan menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya.
Survei PPI mencatat 65,2% responden puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Survei melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi.
DPRD Bantul meminta tambang pasir ilegal dan bangunan di zona inti Gumuk Pasir Barchan ditertibkan untuk mendukung restorasi alami.
Pemerintahan Prabowo-Gibran menyiapkan 26 proyek hilirisasi senilai Rp225 triliun dan menargetkan penyerapan 37.833 tenaga kerja.
Menteri HAM Natalius Pigai menekankan pemerataan stok BBM di Bali setelah antrean SPBU mulai terkendali, tetapi Pertamax masih belum tersedia di sejumlah lokasi