Menko Airlangga Sebut 3 Kabupaten di DIY Sudah PPKM Level 2

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam kunjungannya ke Jogja, Sabtu (8/10/2021) malam. - Harian Jogja/Sunartono
09 Oktober 2021 10:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut sejumlah kabupaten di DIY sudah memasuki PPKM Level 2 meski secara umum DIY statusnya masih di Level 3. Selain itu perekonomian DIY juga terus merangkak naik.

Airlangga mengatakan kasus DIY secara umum terus menurun. Di sisi lain kesembuhan terus meningkat sampai pada 95,95%, sedangkan angka kematian 3,35% atau lebih baik dari rata-rata nasional.

BACA JUGA: Biennale Jogja XVI Equator #6 2021: Membaca Sejarah Oceania demi Identitas Indonesia

Vaksinasi dosis pertama tercapai 2,4 juta sasaran dan dosis kedua 1,5 juta dosis atau 54% dari target. Level PPKM di DIY juga terus membaik, posisi saat ini ada tiga wilayah yang sebenarnya sudah masuk PPKM Level 2.

“Kota Jogja berada di Level 3, Bantul di Level 3, Gunungkidul Level 2, ini karena ada bupati di sini kami mengapresiasi, kemudian Kulonprogo Level 2 dan Sleman juga turun di Level 2,” kata Airlangga kepada wartawan Airlangga usai menghadiri konsolidasi tertutup dengan kader Partai Golkar DIY di salah satu hotel Kota Jogja, Sabtu (8/10/2021) malam.

Ia mengapresiasi pertumbuhan ekonomi DIY yang juga terus merangkak naik. Rata-rata nasional pada kuartal kedua mengalami perbaikan di angka 7,07% tetapi DIY berhasil melesat di angka 11,81%.

“Artinya saat sekarang perekonomian DIY sudah mulai menggeliat dan pandemi Covid-19 mulai terkendali,” kata pria yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini.

Namun ia berpesan agar DIY tetap waspada agar tetap melakukan pemantauan terhadap protokol kesehatan (prokes) masyarakat. Kondisi saat harus terus dipertahankan agar tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19.

“Tentu kita tidak boleh kasih kendor, artinya kita harus tetap waspada jangan sampai ada wave [gelombang] ketiga, karena kemarin saat wave kedua kita agak kaget, karena itu terjadi kenaikan cukup tinggi yaitu di angka [kasus aktif] 574.000 di Juni 2021,” ujarnya.