Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Ilustrasi pembangunan jalan./Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemda DIY menerbitkan izin penetapan lokasi (IPL) untuk pembangunan ruas jalan Prambanan-Lemahabang segmen B. Empat kalurahan di Kapanewon terdampak pembangunan jalan tembus ke Gunungkidul ini.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman Mirza Arfansury mengatakan berdasarkan IPL untuk pembangunan ruas jalan tersebut terdapat empat kalurahan yang terdampak pembangunan Prambanan-Lemahabang segmen B. Meliputi, Kalurahan Sambirejo, Sumberharjo, Wukirharjo dan Gayamharjo.
Dengan penerbitan IPL tersebut, maka Dispertaru akan melakukan pengadakan tanah untuk pembangunan ruas jalan Prambanan-Pemahabang segmen B. Pembangunan ruas jalan ini, untuk mendukung terlaksananya prioritas pembangunan khususnya konektivitas jalan. "Untuk jadwal pengadaan tanah masih akan disusun," kata Mirza, Senin (11/10/2021).
Tujuan pembangunan ruas jalan ini, lanjutnya, untuk menghubungkan dua kabupaten, Sleman dan Gunungkidul. Jalan tersebut juga dapat berfungsi untuk mengurangi kepadatan jalan Pathuk-Piyungan serta menghubungkan Kawasan Strategis Nasional Prambanan dan destinasi wisata dari Prambanan dengan kawasan Karst Gunungkidul.
BACA JUGA: BMKG Sebut Suhu di Jogja Kekinian Makin Panas, Ini Penyebabnya
"Untuk Segmen A, proses pembayaran uang ganti kerugian tanah khususnya warga sudah semua dilakukan. Yang belum dibayar hanya tanah kas desa (TKD) dan sultan ground. Ini masih berproses," katanya.
Total bidang tanah yang dibebaskan untuk segmen A sebanyak 351 bidang seluas 185,752 meter persegi. Adapun jumlah TKD untuk segmen A tercatat 11 bidang seluas 36,577 meter persegi. Adapun uang ganti kerugian (UGK) yang disalurkan sebesar Rp194,72 miliar. "Untuk Sultan Ground hanya ada tiga bidang seluas 696 meter persegi," papar Mirza.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan jalan tersebut merupakan jalan strategis yang menghubungkan jalur pariwisata yang ada di Prambanan dan Wonosari, seperti Klanggeran. Jalan ini juga menghubungkan dengan Tol Jogja-Solo karena keberadaan exit tol berada di jalan Prambanan-Piyungan.
"Anggaran pembebasan lahan berasal dari Dana Keistimewaan. Pembebasan lahan segmen B dilakukan setelah seluruh proses pembayaran untuk segmen A selesai. Ya kemungkinan tahun depan tergantung kemampuan anggaran," ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan untuk segmen B ini luas tanah yang dibutuhkan kurang lebih 143.132 meter persegi. Pengadaan tanah untuk segmen B ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2022 untuk pengadaan tanah dan konstruksi fisiknya.
"Untuk tahap kedua, pengadaan tanah dan konstruksi fisiknya dilaksanakan pada tahun 2023. Kalau belum selesai, tahun 2024 kegiatan konstruksi terus dilakukan," kata Ketua Tim Persiapan Jalan Ruas Prambanan-Lemahabang ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Porsche Mission S menjadi visi supercar bermesin tengah di atas 911, dengan desain terinspirasi mobil legendaris dan kokpit berorientasi pengemudi.
Studi terhadap 480.479 orang menemukan kebiasaan naik tangga berkaitan dengan risiko kematian kardiovaskular lebih rendah. Simak manfaatnya.
Cari HP tipis selain iPhone Air? Simak perbandingan Samsung Galaxy S25 Edge, Infinix Hot 60 Pro Plus, dan Tecno Spark Slim.
Serangan siber di Jepang dan Korea Selatan mengancam data pelanggan, bank, dan layanan publik. AI disorot karena dapat mempercepat pencarian celah keamanan.
Borneo FC membidik tiket perempat final AFC Challenge League 2026/2027. Mauro Jeronimo menyiapkan tim setelah menang 2-0 atas Yangon United.