Agenda Wisata Jogja 27-30 Juni 2026, Event Seru Jangan Terlewat
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Ilustrasi pembangunan jalan./Bisnis Indonesia-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemda DIY menerbitkan izin penetapan lokasi (IPL) untuk pembangunan ruas jalan Prambanan-Lemahabang segmen B. Empat kalurahan di Kapanewon terdampak pembangunan jalan tembus ke Gunungkidul ini.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Sleman Mirza Arfansury mengatakan berdasarkan IPL untuk pembangunan ruas jalan tersebut terdapat empat kalurahan yang terdampak pembangunan Prambanan-Lemahabang segmen B. Meliputi, Kalurahan Sambirejo, Sumberharjo, Wukirharjo dan Gayamharjo.
Dengan penerbitan IPL tersebut, maka Dispertaru akan melakukan pengadakan tanah untuk pembangunan ruas jalan Prambanan-Pemahabang segmen B. Pembangunan ruas jalan ini, untuk mendukung terlaksananya prioritas pembangunan khususnya konektivitas jalan. "Untuk jadwal pengadaan tanah masih akan disusun," kata Mirza, Senin (11/10/2021).
Tujuan pembangunan ruas jalan ini, lanjutnya, untuk menghubungkan dua kabupaten, Sleman dan Gunungkidul. Jalan tersebut juga dapat berfungsi untuk mengurangi kepadatan jalan Pathuk-Piyungan serta menghubungkan Kawasan Strategis Nasional Prambanan dan destinasi wisata dari Prambanan dengan kawasan Karst Gunungkidul.
BACA JUGA: BMKG Sebut Suhu di Jogja Kekinian Makin Panas, Ini Penyebabnya
"Untuk Segmen A, proses pembayaran uang ganti kerugian tanah khususnya warga sudah semua dilakukan. Yang belum dibayar hanya tanah kas desa (TKD) dan sultan ground. Ini masih berproses," katanya.
Total bidang tanah yang dibebaskan untuk segmen A sebanyak 351 bidang seluas 185,752 meter persegi. Adapun jumlah TKD untuk segmen A tercatat 11 bidang seluas 36,577 meter persegi. Adapun uang ganti kerugian (UGK) yang disalurkan sebesar Rp194,72 miliar. "Untuk Sultan Ground hanya ada tiga bidang seluas 696 meter persegi," papar Mirza.
Sebelumnya, Kepala Bappeda Sleman Dwi Anta Sudibya mengatakan jalan tersebut merupakan jalan strategis yang menghubungkan jalur pariwisata yang ada di Prambanan dan Wonosari, seperti Klanggeran. Jalan ini juga menghubungkan dengan Tol Jogja-Solo karena keberadaan exit tol berada di jalan Prambanan-Piyungan.
"Anggaran pembebasan lahan berasal dari Dana Keistimewaan. Pembebasan lahan segmen B dilakukan setelah seluruh proses pembayaran untuk segmen A selesai. Ya kemungkinan tahun depan tergantung kemampuan anggaran," ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan untuk segmen B ini luas tanah yang dibutuhkan kurang lebih 143.132 meter persegi. Pengadaan tanah untuk segmen B ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada tahun 2022 untuk pengadaan tanah dan konstruksi fisiknya.
"Untuk tahap kedua, pengadaan tanah dan konstruksi fisiknya dilaksanakan pada tahun 2023. Kalau belum selesai, tahun 2024 kegiatan konstruksi terus dilakukan," kata Ketua Tim Persiapan Jalan Ruas Prambanan-Lemahabang ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Agenda wisata Jogja 27-30 Juni 2026 penuh event seru, mulai ARTJOG, Pasar Kangen hingga festival lifestyle. Simak rekomendasinya.
Berikut 10 jurusan kuliah dengan prospek kerja menjanjikan di era AI, mulai dari sains data, IT, AI hingga keperawatan dan bisnis.
Empat proyek embung di Sleman masih menunggu proses cleansing lahan oleh Kementerian ATR dan Kementan sebelum izin penggunaan Tanah Kas Desa diterbitkan.
Batam siap jadi pusat AI global! Nvidia, Firmus, DayOne bangun pabrik chip 170.000 GPU senilai Rp400 triliun. Dampak ekonomi dan lapangan kerja menggeliat!
Tidak hanya gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, skuad Uruguai juga harus menelan pil pahit: penerbangan carter dibatalkan!
Kebiasaan ngemil berlebihan dapat memicu obesitas, diabetes, kolesterol tinggi hingga penyakit jantung. Simak 13 dampak buruk dan cara mengatasinya.