Sembilan SD Negeri di Gunungkidul Tak Dapat Murid Baru pada SPMB 2026
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Menteri Parekraf Sandiaga Uno (pakai blangkon dua dari kanan) saat berkunjung ke Embung Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk. Senin (11/10/2021)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap kepada Pemerintah Pusat agar destinasi wisata bisa segera dibuka. Hal ini disampaikan saat bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sandiaga Uno saat berkunjung ke kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Senin (11/10/2021).
“Bang Sandi atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan masyarakat semoga destinasi wisata di Gunungkidul bisa diuji coba untuk buka,” katanya.
Menurut dia, dari sisi penularan virus corona, Gunungkidul sudah masuk PPKM level dua. Namun dikarenakan aglomerasi dengan provinsi, maka diberlakukan PPKM level tiga. “Mudah-mudahan segera dibuka agar pergerakan dan pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul bisa segera bangkit,” lanjut dia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri, untuk wilayah dengan status PPKM level tiga, pembukaan destinasi wisata harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Pusat. Sedangkan untuk wilayah dengan PPKM level dua, maka pembukaan diserahkan ke masing-masing pemerintah daerah.
Baca juga: Duh...Banyak Wisatawan Tanpa Pemeriksaan Vaksin Lolos Masuk DIY
Khusus untuk pembukaan di Gunungkidul, Sandiaga meminta Dinas Pariwisata (Dispar) DIY segera mengajukan kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran untuk dilakukan uji coba pembukaan secara terbatas. Dia menilai obyek wisata ini siap untuk kembali dibuka.
“Tentunya harus disiplin menjalankan protokol kesehatan serta memenuhi persyaratan yang ada jika ingin kembali dibuka,” kata Sandi
Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, sejak 8 Oktober lalu sudah mengajukan sembilan kawasan wisata untuk uji coba terbatas. Adapun destinasi ini meliputi kawasan Pantai Baron sampai Seruni, Goa Pindul, Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kawasan Pantai Wediombo, Kalisuci Cave Tubing, Bejiharjo Edupark, Gunung Gentong, Gunung Ireng, dan Telaga Jonge.
“Untuk pengajuan melalui Dispar DIY yang dilanjutkan ke Kemenparekraf. Meski demikian, hingga sekarang masih belum ada jawaban,” katanya.
Dia menjelaskan, usulan pembukaan destinasi dilakukan karena sembilan kawasan ini telah memenuhi persyaratan untuk buka. Agar bisa uji coba, sambung Hary, pengunjung harus menginstal aplikasi Peduli Lindungi. Hal ini untuk mengetahui pengunjung sudah divaksin, atau terkonfirmasi positif.
Guna mengakses aplikasi ini, masing-masing kawasan wisata yang diusulkan sudah mendapatkan QR code untuk pemindaian. Selain itu, pengelola juga sudah melengkapi sertifikasi CHSE yang menjadi syarat wajib dalam pembukaan. “Berhubung semuanya sudah lengkap, makanya sembilan kawasan destinasi ini kami ajukan untuk dibuka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Gunungkidul 2026 mencatat sembilan SD negeri dan empat SD swasta tidak memperoleh murid baru. Sebanyak 427 SD juga mengalami kekurangan siswa.
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dan terintegrasi. Cek daftar jalur terbaru serta tarif lengkap yang tetap murah dan ramah kantong.
Jadwal SIM keliling Sleman 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Jadwal Bus KSPN Jogja Juni 2026 lengkap dengan rute Malioboro ke pantai selatan. Tarif mulai Rp12.000, praktis dan tanpa transit.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA Juni 2026 lengkap dengan rute dan tarif. Cek keberangkatan dari berbagai titik strategis di Jogja.