31 Wali Kota Se-Indonesia Jajal Gowes di Jogja

Heroe Poerwadi (depan kanan) bersama pesepeda lain saat menyusuri beberapa tempat di Jogja, Kamis (14/10/2021)-Ist - Pemkot Jogja
14 Oktober 2021 13:27 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak 31 Wali Kota dari berbagai daerah di Indonesia bersepeda di Jogja. Selain Wali Kota, adapula Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas, dan lainnya dengan total peserta 79 orang.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi sebagai tuan rumah mengajak para pesepeda untuk menyusuri rute perkampungan dan objek wisata andalan Kota Jogja. Bermula dari taman parkir Ngabean, total jarak tempuh sepanjang 5,2 kilometer (km) sampai Magangan.

Menurut Heroe Poerwadi, selain untuk menjaga kesehatan fisik, kegiatan ini juga sebagai cara mengeksplorasi potensi wilayah yang ada di Kota Jogja. “Ada banyak manfaat yang didapat dari kegiatan bersepada. Kegiatan bersepeda selain akan membuat orang menjadi sehat jasmani dan rohani, juga memupuk rasa setia kawan, kebersamaan, dan gotong royong” kata Heroe, Kamis (14/10/2021).

Pemilihan jalur ke perkampungan salah satunya upaya mengenalkan potensi dan membangkitkan perekonomian warga setempat. Terlebih di masa pandemi Covid-19, perlu gotong royong seluruh elemen masyarakat untuk membangkitkan perekonomian.

Selain jalur perkampungan sepanjang 5,2 km, Heroe menjelaskan di Kota Jogja ada empat jalur sepeda lainnya. Rute pertama dengan tema Romansa Kota Lawas sepanjang 13,33 km. "Rute ini mulai dari kantor Dinas Pariwisata Kota Jogja menuju jalan Jendral Sudirman, Jalan Sajiono, Juandi, Ipda Tut Harsono, Kusumanegara, kemudian menuyusui Kotagede, dan berakhir di Bendungan Lepen" kata Heroe.

Rute dua dengan tema Tilik Jeron Beteng sepanjang 8,68 km. Bermula dari Pasar Pakuncen, pesepeda bisa melanjutkan dengan menyusuri Kampung Ketanggungan, Sindurejan, Suryodiningratan, Magangan, dan berakhir di Plaza Ngasem.

"Ini adalah rute menyusuri situs Kraton Jogja, yaitu Kraton yang saat ini masih hidup dan dihormati, di mana yang menjadi Raja adalah Sri Sultan HB X. Di samping itu para pesepeda juga bisa mengulik tentang potensi di sekitar Kraton, Tamansari, Alun-alun, dan sebagainya," katanya.

Rute selanjutnya bertema Jajah Kampung Susur sungai dengan panjang 6,55 km. Dimulai dari jalan Jendral Sudirman, perjalanan berlanjut menuju Jalan Gondolayu, menyusuri Kampung Karangwaru, Kampung Bener, dan berakhir di Museum Pengeran Diponegoro.

Dengan tema yang sama terkait perkampungan, rute Jajah Kampung 2 dengan panjang 6,52 km menawarkan eksotisme bangunan kuno peninggalan Belanda. Area yang akan disambangi mulai dari Museum Wiratama, Bengkel Kereta Balai Yasa hingga Makam Wijayabrata.

"Para pesepeda juga bisa menemukan Kampung Kerajinan Jogja, sentra jumputan, wayang karakter, bahkan juga cosplay yang [produknya] sudah dijual hingga manca negara," kata Heroe.

BACA JUGA: Mensos Risma Bentak-bentak Mahasiswa & Aktivis di Lombok Timur

Rute terakhir dengan tema Taman Pintar sepanjang 6,17 km. Rute ini bermula dari Taman Pintar yang berada di pusat kota menuju selatan yang berakhir di Giwangan.

Meningkatnya warga yang hobi bersepeda di masa pandemi bisa diteruskan menjadi sebuah kebiasaan baru. Lantaran masih di masa pandemi, tetap perlu menerapkan protokol kesehatan serta disiplin aturan lalu lintas.

"Mulai dari kesiapan sepeda, menggunakan helm, memakai masker, menjaga jarak, tetap rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer sampai dengan mematuhi rambu lalu lintas," kata Heroe.