Satgas Covid-19: Warga DIY Mulai Mengabaikan Protokol Kesehatan

Pelanggar protokol pencegahan penularan Covid-19 yang diberikan sanksi menyapu jalanan umum di wilayah Kulonprogo pada Selasa (22/6/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
14 Oktober 2021 20:07 WIB Ujang Hasanudin & Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Satgas Penanganan Covid-19 DIY menyebut masyarakat mulai mengabaikan disiplin protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY masuk level 3.

“Kaena kasus Covid-19 sudah melandai dan DIY masuk level 3, masyarakat sudah mulai abai dengan protokol kesehatan,” kata Koordinator Bidang Penegakan Hukum, Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad, Kamis (14/10/2021).

BACA JUGA: 2 Siswa Terpapar Covid-19, Sekolah Tatap Muka di SMPN Panggang Gunungkidul Dihentikan

Kendornya disiplin masyarakat terhadap protokol kesehatan ini terlihat dari banyaknya pelanggaran protokol kesehatan yang ditemukan Satgas dan mulai munculnya kembali klaster penularan Covid-19 dari kegiatan sosial masyarakat.

Noviar mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 dari tingkat DIY hingga desa tetap memantau dan mengawasi penerapan prokes di masyarakat. Satgas bahkan dalam sehari bisa menemukan 30 pelanggaran kerumunan terutama di kawasan wisata.

“Satgas tidak akan efektif kalau hanya memberikan sanksi kalau tidak didukung dengan kesadaran masyarakat [untuk disiplin protokol kesehatan],” kata Noviar.

Sebab kegiatan masyarakat tidak selamaya harus mengajukan izin seperti menjenguk orang sakit, senam dengan peserta terbatas, atau berwisata.

Wisatawan juga kerap melanggar disiplin protokol kesehatan. Stagas tetap berupaya melakukan pengawasan di 33 titik destinasi wisata yang belum direkomendasikan untuk buka namun sudah ramai dikunjungi wisatawan. Tidak hanya itu rumah makan dan kafe juga terus dilakukan pengawasan.

Banyak wisatawan yang lolos masuk objek wisata karena dibantu warga sekitar objek wisata melalui jalur lain atau dengan sengaja menggantikan sopir kendaraan wisatawan. Noviar kembali menegaskan tugas pengawasan dan pemantauan dilapangan terus dilakukan oleh Satgas, namun pelanggaran tetap banyak.  

“Ya karena kan mereka melihat kasus Covid-19 sudah turun, angka kematian sudah turun, BOR rumah sakit juga sudah melandai, ya masyarakat terutama wistawan banyak yang sudah masuk,” kata Noviar. “Apalagi yang sudah divaksin mereka menganggap Covid-19 sudah tidak ada,” tandas Noviar.

BACA JUGA: Telan Anggaran Rp32 M, Field Research Center UGM di Kulonprogo Digadang-gadang Jadi Pusat Riset

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 sudah bekerjasa maksimal setiap hari melakukan pengawasan di lapangan. Namun tidak semua kegiatan masyarakat diawasi atau memerlukan izin, seperti menengok orang sakit an senam

Dia meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan karena kasus Covid-19 di DIY belum musnah. Demikian yang sudah menjalani vaksinasi juga jangan merasa kebal terhadap Covid-19 karena peluang untuk tertular juga besar jika tidak disiplin protokol kesehatan.

Satgas Bidang Penindakan Covid-19 Kota Jogja juga menyebut belakangan kepatuhan terhadap aturan protokol kesehatan di masyarakat mulai menurun. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pelanggaran yang ditindak oleh petugas selama masa penerapan PPKM level 3 di wilayah DIY.

"Sampai dengan 13 Oktober itu ada 1.900 pelanggaran yang ditindak dengan teguran, peringatan, maupun pembubaran," kata Sekretaris Satpol PP Kota Jogja, Hery Eko Prasetyo, Kamis (14/10/2021).

Hery mengatakan, bentuk pelanggaran yang dilakukan itu beragam, mulai dari kerumunan, jaga jarak, maupun pemakaian masker. Petugas masih mendapati masyarakat yang abai terhadap aturan protokol kesehatan terutama di kawasan fasilitas publik seiring dengan melonggarnya sejumlah sektor.

"Kami lihat sudah mulai mengendur. Jaga jarak dan penggunaan masker itu masih banyak ditemui pelanggaran," katanya.

BACA JUGA: Update 14 Oktober: Covid-19 DIY Bertambah 34 Kasus

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, antisipasi terhadap gelombang ketiga Covid-19 harus dilakukan. Melandainya kasus Covid-19 di wilayah Kota Jogja hendaknya tidak diikuti dengan pengawasan yang kendur dan pengabaian terhadap aturan protokol kesehatan.

Heroe menambahkan bahwa, kesiapan-kesiapan terhadap gelombang ketiga sudah mulai dilakukan, misalnya dengan tetap menyiagakan fasilitas selter isolasi mandiri yang dikelola pemerintah maupun persiapan tabung oksigen jika sewaktu-waktu kasus Covid-19 kembali meledak.

Namun, ia berharap agar semua antisipasi itu bisa dicegah dengan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat meskipun masyarakat telah menjalani vaksinasi. "Apalagi ke depan dan bulan-bulan berikutnya bakal ada acara-acara di Jogja, kalau kepatuhan prokes tidak dilakukan dengan ketat, ini yang kita antisipasi," ucap Heroe.