Dinkes Optimistis Dosis Kedua Kelar Desember

Vaksinasi massal yang digelar Polda DIY, Senin (11/10 - 2021)/Ist.
14 Oktober 2021 11:57 WIB Yudhi Kusdiyanto Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Demi mempercepat terbentuknya herd immunity atau kekebalan masyarakat, upaya percepatan vaksinasi Covid-19 terus dilakukan.

Saat ini, capaian vaksinasi untuk dosis pertama sudah melebihi target 80%, sedangkan capaian dosis kedua baru menyentuh 52,4%. Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman optimistis pada Desember 2021 seluruh warga Sleman telah selesai divaksinasi dosis kedua.

Kepala Dinkes Sleman, Cahya Purnama mengatakan Pemkab menargetkan vaksinasi untuk dosis pertama pada akhir Oktober mencapai 80%. Ternyata, target justru tercapai di awal Oktober. "Saat ini capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 81 persen, jadi sudah melebihi target yang ditentukan," kata Cahya, Rabu (13/10/2021).

Meski capaian dosis pertama melampaui target, Dinkes tidak kendor menggelar vaksinasi. Strategi yang dilakukan pun berbeda dengan sebelumnya. Selain vaksinasi massal, Dinkes juga mengelar vaksinasi sistem jemput bola, khususnya bagi kalangan warga lansia dan disabilitas. "Petugas puskesmas mendatangi sasaran, terutama bagi calon penerima vaksin yang sulit disasar, misalnya yang memiliki komorbid, warga lansia atau disabilitas," katanya.

Untuk kalangan yang menolak vaksinasi, jumlahnya masih belum terdata. Dia meyakini melalui berbagai sosialisasi dan pendekatan, warga yang menolak mulai menyadari pentingnya vaksinasi. "Promosi dan edukasi dilakukan secara gencar, dan kami dibantu banyak pihak untuk menggerakkan sasaran," katanya. Dalam program vaksinasi, Pemkab Sleman terus menggandeng stakeholder lain seperti TNI dan Polri.

Tetap Patuhi Prokes
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengapresiasi sejumlah pihak yang ikut membantu percepatan dan pemerataan vaksinasi di Kabupaten Sleman. Penyelesaian pandemi Covid-19, menurut Kustini, tidak dapat dilakukan sendirian oleh Pemkab. Percepatan vaksinasi harus dilakukan secara bersama-sama sesuai dengan kompetensi masing-masing dengan semangat kolaboratif.

"Jika vaksinasi hanya mengandalkan fasilitas pelayanan kesehatan maupun puskesmas saja, maka akan sulit mengejar terbentuknya kekebalan komunal atau herd immunity sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," kata Kustini saat mengikuti peluncuran program dua juta vaksin, belum lama ini.

Selain menekankan pentingnya vaksinasi, Kustini juga terus mengingatkan kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) meliputi mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak atau Cita Mas Jajar. "Jangan lengah, selalu terapkan protokol kesehatan secara ketat," katanya.