Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah pengunjung Embung Tambakboyo, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, merasa waswas ketika hendak beraktivitas di sana. Pasalnya, di lokasi yang kerap dijadikan area joging tersebut, ada pria paruh baya yang belakangan kerap melakukan hal tidak senonoh, yakni merancap atau onani di depan perempuan yang lewat.
Salah satu pengunjung yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, LW, membagikan pengalamannya di media sosial yang kemudian dikomentari beberapa orang yang menceritakan pengalaman serupa. Kejadian tersebut ia alami ketika sedang joging dengan istrinya pada Rabu (13/10/2021) pagi.
“Ada banyak yang DM [direct message] mengaku pernah mengalami hal serupa juga di situ. Jadi kemungkinan dugaan saya pribadi, oknum ini tidak sekali ini. Nah saya juga tidak mengharap dihakimi atau ditangkap atau gimana, cuma gimana ke depan pihak berwenang, terkait itu mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).
Saat kejadian tersebut, LW dan istrinya sedang istirahat setelah joging. Tak jauh dari tempat keduanya istirahat, ada seorang pria berusia sekira 50 tahun ke atas. Ketika sedang melihat handphone, ia dibisiki istrinya jika ada pria yang bertingkah laku mencurigakan.
“Saya itu lihat dia merogoh celananya ketika ada perempuan. Terus langsung saya tegur. Saya berdiri ke arah dia, langsung saya tunjuk. Dia berdiri ngejauh sambil ngedumel, ngomel enggak jelas. Terus saya lapor ke parkiran. Satu tukang parkir ngejar ke arah sana. Saya berpikir sudah diurus, terus pulang,” ungkapnya.
Ciri-ciri pria tersebut kata dia, mengenakan baju oranye dan celana pendek. Ia tidak tahu pria itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau tidak karena tidak berkomunikasi langsung. Namun cara berjalannya tidak seperti orang pada umumnya, sedikit mengangkang.
Dia berharap aparat keamanan bisa bertindak aktif menangani kasus ini agar tidak terulang kembali. “Itu tempat untuk masyarakat berkumpul, baik itu wisata atau olahraga. Dan situ pasti ada yang bawa anak kecil, bawa neneknya, istrinya mungkin adiknya yang perempuan. Masak ya terus didiamkan?” ungkapnya.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Depok Timur, Iptu Aldhino Prima, mengatakan tidak ada laporan yang masuk terkait kasus tersebut. Meski demikian, untuk upaya pengamanan ia memastikan ada patroli di lokasi tersebut. “Kalau itu pasti, unit patroli pasti kesana setiap harinya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.
Veddriq Leonardo optimistis meraih medali emas Asian Games 2026 di Jepang. Persiapan difokuskan pada teknik, fisik, dan mental.
Polisi mengekshumasi jasad korban pengeroyokan di Tabanan untuk memastikan penyebab kematian. Lima warga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel antusias menyambut Derbi DIY melawan PSS Sleman di Super League 2026/2027 dan fokus membawa Laskar Mataram bertahan.