Advertisement

Meresahkan! Pria Paruh Baya Merancap di Hadapan Perempuan di Embung Tambakboyo 

Lugas Subarkah
Kamis, 14 Oktober 2021 - 18:07 WIB
Budi Cahyana
Meresahkan! Pria Paruh Baya Merancap di Hadapan Perempuan di Embung Tambakboyo  Ilustrasi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN - Sejumlah pengunjung Embung Tambakboyo, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, merasa waswas ketika hendak beraktivitas di sana. Pasalnya, di lokasi yang kerap dijadikan area joging tersebut, ada pria paruh baya yang belakangan kerap melakukan hal tidak senonoh, yakni merancap atau onani di depan perempuan yang lewat.

Salah satu pengunjung yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, LW, membagikan pengalamannya di media sosial yang kemudian dikomentari beberapa orang yang menceritakan pengalaman serupa. Kejadian tersebut ia alami ketika sedang joging dengan istrinya pada Rabu (13/10/2021) pagi.

“Ada banyak yang DM [direct message] mengaku pernah mengalami hal serupa juga di situ. Jadi kemungkinan dugaan saya pribadi, oknum ini tidak sekali ini. Nah saya juga tidak mengharap dihakimi atau ditangkap atau gimana, cuma gimana ke depan pihak berwenang, terkait itu mengantisipasi supaya tidak terjadi lagi,” ujarnya ketika dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Saat kejadian tersebut, LW dan istrinya sedang istirahat setelah joging. Tak jauh dari tempat keduanya istirahat, ada seorang pria berusia sekira 50 tahun ke atas. Ketika sedang melihat handphone, ia dibisiki istrinya jika ada pria yang bertingkah laku mencurigakan.

“Saya itu lihat dia merogoh celananya ketika ada perempuan. Terus langsung saya tegur. Saya berdiri ke arah dia, langsung saya tunjuk. Dia berdiri ngejauh sambil ngedumel, ngomel enggak jelas. Terus saya lapor ke parkiran. Satu tukang parkir ngejar ke arah sana. Saya berpikir sudah diurus, terus pulang,” ungkapnya.

Ciri-ciri pria tersebut kata dia, mengenakan baju oranye dan celana pendek. Ia tidak tahu pria itu merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) atau tidak karena tidak berkomunikasi langsung. Namun cara berjalannya tidak seperti orang pada umumnya, sedikit mengangkang.

Dia berharap aparat keamanan bisa bertindak aktif menangani kasus ini agar tidak terulang kembali. “Itu tempat untuk masyarakat berkumpul, baik itu wisata atau olahraga. Dan situ pasti ada yang bawa anak kecil, bawa neneknya, istrinya mungkin adiknya yang perempuan. Masak ya terus didiamkan?” ungkapnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Depok Timur, Iptu Aldhino Prima, mengatakan tidak ada laporan yang masuk terkait kasus tersebut. Meski demikian, untuk upaya pengamanan ia memastikan ada patroli di lokasi tersebut. “Kalau itu pasti, unit patroli pasti kesana setiap harinya,” kata dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Ini Dia 3 Anggota Baru Bawaslu DIY

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejagung Periksa 4 Pejabat BUMN Waskita Karya

News
| Selasa, 27 September 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement