Ratusan Kambing Etawa Ikut Kontes

Foto ilustrasi kontes kambing.Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
14 Oktober 2021 08:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Sebanyak 211 ekor kambing peranakan Etawa maupun sapi peranakan Ongole mengikuti kegiatan kontes ternak yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo bekerjasama dengan Fakultas Peternakan UGM di pasar hewan terpadu, kapanewon Pengasih, Kulonprogo, pada Rabu (13/10/2021).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Aris Nugroho mengatakan kontes ternak merupakan upaya Pemkab Kulonprogo beserta UGM dalam mendorong penyediaan bibit unggul pengganti induk ternak yang dinilai tidak produktif. Kegiatan kontes ternak diharapkan mampu meningkatkan daya saing antar peternak.

"Jumlah ternak yang mengikuti kontes sebanyak 211 ekor. Terdiri dari sapi 47 ekor, kambing PE dewasa 100 ekor, kambing PE anakan sebanyak 64 ekor. Kami libatkan juri yang memang profesional dan ahli di bidang ternak kambing maupun sapi," kata Aris pada Rabu (13/10/2021).

Selain bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kambing peranakan Etawa maupun sapi peranakan Ongole, tujuan diadakannya kontes adalah untuk memberikan penghargaan kepada peternak yang berhasil mengembangkan ternak peranakan menjadi bibit unggul.

"Kontes ini juga punya tujuan lain yakni meningkatkan harga jual ternak. Berdasarkan pengakuan peternak yang juara dalam kontes ini, harga ternaknya tidak hanya naik, tapi ganti harga. Kambing PE yang masih kecil dengan umur 3 tahun sudah dihargai sebanyak Rp35 juta," terang Aris.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan komoditas peranakan Etawa maupun sapi peranakan Ongole tidak boleh dipandang sebelah mata. Harapannya, sektor peternakan mampu menorehkan hasil yang gemilang seperti sektor pertanian yang mampu menorehkan Produk Domestik Regional Bruto atau sebesar 14,56 persen.

Dikatakan Sutedjo, Kulonprogo juga sudah mempunyai peternak hewan peranakan yang mengerti betul prosedur pengembangbiakan hewan peranakan dari mulai hulu sampai ke hilir.

"Seperti Gapoktan Tri Manunggal dari kalurahan Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh. Kami berharap agar kontes ternak ini mampu meningkatkan produksi bibit unggul dan meningkatkan pendapatan peternak. Sehingga, peternak di Kulonprogo bisa sejahtera," terang Sutedjo.