Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja berupaya meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan kembali roda perekonomian di kota tersebut.
"Dengan lama tinggal wisatawan yang lebih panjang, tentunya akan berpengaruh pada nilai belanja yang mereka keluarkan dan pada akhirnya dapat mendongkrak roda perekonomian," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko saat focus group discussion (FGD) tentang kajian lama tinggal wisatawan di Yogyakarta, Selasa (19/10/2021).
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta pada 2019 tercatat 2,08 hari. Namun, turun menjadi 1,63 hari pada 2020 akibat pandemi COVID-19.
Dan hingga September tahun ini, rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta kembali turun menjadi 1,33 hari karena pandemi COVID-19 yang masih berkepanjangan dan penerapan aturan PPKM.
BACA JUGA: Hujan Angin, Talut di Wirokerten Bantul Longsor Rusak Rumah Warga
Dengan membaiknya kondisi pandemi di Kota Yogyakarta serta kasus yang semakin terkendali, Wahyu menilai jika kondisi tersebut bisa dijadikan sebagai momentum untuk kembali meningkatkan rata-rata lama tinggal wisatawan di Yogyakarta.
"Dari kajian kali ini, kami berharap ada formula yang bisa dirumuskan bersama-sama untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, mulai dari meningkatkan kualitas destinasi wisata, industri, dan kelembagaan kepariwisataan," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menyebut meningkatkan lama tinggal wisatawan harus pula diikuti dengan meningkatnya jumlah belanja wisatawan.
"Dalam pariwisata, ada tiga hal utama yang harus dilakukan yaitu what to see, what to do, and what to buy. Prinsip ini yang harus dilakukan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan," katanya.
Ia bahkan berharap, seluruh pelaku pariwisata dapat memberikan panduan dan alternatif kepada wisatawan untuk lebih banyak beraktivitas di Kota Yogyakarta sehingga lama tinggal wisatawan pun meningkat.
"Tetapi, karena kondisi saat ini masih pandemi, berbagai kegiatan pariwisata pun harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Level PPKM memang sudah turun ke level dua, tetapi kewaspadaan tetap harus diberlakukan di level yang lebih tinggi," katanya.
Menurut Haryadi, penurunan level PPKM ke level dua bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan seluruh protokol kesehatan. "Ukuran penurunan level PPKM itu ada tiga, capaian vaksinasi, pelaksanaan protokol kesehatan dan mobilitas masyarakat. Harus tetap dijaga supaya kasus semakin turun dan terkendali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk 5 rute dengan tarif normal Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan dan kedatangan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat, 30 Oktober 2026, tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal di setiap stasiun.
adwal KRL Jogja-Solo Jumat, 30 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif tiket Rp8.000.