Tanggul di Klisat Bantul Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Was-Was Akan Banjir

Ilustrasi tanggul jebol. - Harian Jogja/Jalu Abdul Rahman
20 Oktober 2021 10:27 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah warga di Dusun Klisat, Srihardono, Pundong mengaku resah. Hal ini menyusul belum diperbaikinya kerusakan tanggul di tepi Sungai Opak di dusun tersebut sebagai dampak Badai Cempaka yang menghantam kawasan itu empat tahun lalu.

Alhasil, saat ini was-was jika turun hujan dengan intensitas tinggi, karena khawatir terjadi banjir di sekitar tanggul Sungai Opak.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan (LPMK) Srihardono, Pundong, Sutrisno mengatakan akibat hantaman badai cempaka empat tahun lalu, saat ini tanggul di tepi Sungai Opak tepatnya di Dusun Klisat kondisinya mengkhawatirkan. Dimana, tanggul yang dulunya memiliki tinggi lebih dari tiga meter saat ini hampir habis. "Untuk itu kami khawatir jika ada hujan dengan intensitas tinggi, akan membuat banjir," katanya, Rabu (20/10/2021).

Salah satu tokoh masyarakat Dusun Klisat Sutrisno mengaku telah melakukan segala upaya agar kerusakan tanggul tersebut segera dibenahi. Salah satunya adalah melaporkan kerusakan itu ke Pemkab Bantul dan Pemerintah Pusat. "Tapi, sampai saat ini belum ada respon. Kami khawatir, nanti jika ada hujan intensitas tinggi akan jadi banjir," ungkapnya.

Baca juga: Pemkot Jogja Berupaya Tingkatkan Lama Tinggal Wisatawan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto yang dikonfirmasi mengatakan jika Pemkab Bantul telah mengajukan perbaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai Opak (BBWSO). Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk perbaikannya.

"Itu memang imbas Badai Cempaka. Kami sudah ajukan tapi belum ada respon. Kami khawatir jika nanti banjir besar kembali terjadi di kawasan tersebut," ucap Dwi Daryanto.