Ini 3 Lokasi Penyekatan Bus Wisata di Gunungkidul

Situasi TPR Pantai Baron yang masih lengang, Tanjungsari, Gunungkidul, Sabtu (16/6/2018). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
21 Oktober 2021 21:47 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kebijakan penyekatan kendaraan di lokasi wisata diberlakukan oleh Pemkab Gunungkidul.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan memberlakukan penyekatan awal di tiga lokasi yang dikhususkan untuk bus pariwisata mengantisipasi kepadatan di objek wisata, khususnya wisata pantai.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Harry Sukomono di Gunungkidul, Kamis (21/10/2021), mengatakan berdasarkan evaluasi uji coba terbatas pembukaan objek wisata mulai Rabu (20/10/2021), di tempat pemungutan retribusi sempat terjadi kepadatan kendaraan karena petugas memeriksa aplikasi QR Code PeduliLindungi.

"Kami akan menerapkan sistem penyekatan awal, yang mana bus pariwisata akan transit terlebih dahulu di tiga lokasi yang berada di Rest Area Bunder, Terminal Bus Dhaksinarga Wonosari, dan Terminal Bus Semin. Sehingga tidak terjadi kegaduhan dan kepadatan kendaraan di TPR," kata Harry.

BACA JUGA: Bus Tim Singo Dirusak Saat di Jogja, Ini Respons Arema FC

Ia juga meminta pelaku jasa pariwisata, khususnya transportasi untuk menyiapkan terlebih dahulu segala keperluan sebelum sampai di TPR. Terutama terkait PeduliLindungi seperti mengunduh terlebih dahulu aplikasinya agar siap digunakan.

Dispar juga menyiapkan QR Code PeduliLindungi portabel. Saat bus tiba di TPR, maka petugas tinggal naik ke dalam bus sambil membawa QR Code portabel tersebut. Penumpang bus cukup memindai dari dalam bus, tanpa harus turun satu per satu.

"Jadi nanti prosesnya bisa lebih cepat," kata Harry.

Sementara itu, Koordinator TPR Baron Heri Mulyono mengatakan petugas TPR yang akan naik untuk langsung meminta penumpang memindai QR Code PeduliLindungi.

"Kami sudah melakukan uji coba melaksanakannya sejak Rabu (20/10/2021). Petugas TPR langsung mendekati dan naik ke dalam bus pariwisata yang sudah masuk di antrian kendaraan," katanya.

Sumber : Antara