Motor Curian Dijual Rp2,3 Juta, Warga Karangmojo Ditangkap Polisi
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Penurunan kasus Covid-19 di Gunungkidul tidak menghalangi upaya testing guna menekan laju penularan. Hal ini tidak lepas dari adanya bantuan mobil PCR dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, mobil tes PCR dari Kapolri sudah diterima, namun hingga sekarang belum digunakan. Dia berdalih, pengoperasian membutuhkan koordinasi antar lembaga mulai antara pemkab, polres dan RSUD Wonosari. Koordinasi dibutuhkan untuk memastikan kelancaran pada saat fasilitas ini dioperasikan.
“Fasilitas ini untuk memperkuat testing di masyarakat sehingga laju penularan bisa ditekan,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).
Menurut Dewi, keberadaan mobil PCR akan mempercepat upaya tracing, testing dan treatmen. Selama ini, lanjut dia, pengetesan membutuhkan waktu karena proses harus dikirim ke laboratorium. “Dengan adanya mobil PCR, maka hasilnya akan diketahui lebih cepat,” katanya.
Dia menambahkan, selain mempercepat keluarnya hasil, diperkirakan juga menambah rencana testing karena dapat lebih ditingkatkan. Diperkirakan dalam waktu satu minggu dapat menguji 700 sampel di seluruh Gunungkidul.
Baca juga: Pemkot Jogja Ancam Pengelola Parkir yang Tak Taat Aturan Satu Pintu untuk Bus Wisata
“Kasus memang turun, tapi upaya testing terus dilakukan untuk pencegahan,” katanya.
Paur Urkes Polres Gunungkidul, Penda I Ngatimin mengatakan, untuk pengoperasian masih membutuhkan pelatihan bagi petugas yang ditempatkan di mobil PCR. Rencananya, pelatikan dilaksanakan di RS Bhayangkara. “Harus dipersiapkan sehingga saat beroperasi dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
Menurut dia, mobil PCR diproyeksikan mampu memeriksa 50 sampai 60 sampel setiap harinya. Meski demikian, ia kelancaran juga membutuhkan dukungan dari mesin pemeriksa sampel PCR-nya yang jumlahnya masih terbatas.
“Setidaknya butuh 12 reagen [pereaksi kimia] agar sampel bisa diolah. Untuk hasil tes bisa keluar hanya dalam waktu tiga sampai empat jam setelah sampel diambil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polsek Wonosari menangkap pelaku curanmor asal Karangmojo yang menjual motor curian ke Kota Jogja seharga Rp2,3 juta.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.