Pertahankan Program BKK demi Pemulihan Ekonomi Warga

Damba Aktivis. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
28 Oktober 2021 09:27 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Tak mau menunda-nunda, DPRD Bantul berupaya menginisiasi sejak dini pemulihan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui sektor penganggaran. Kendati terkena refocusing, program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang memberdayakan masyarakat tetap digulirkan sebagai stimulus pemulihan ekonomi di kalangan warga terdampak.

Wakil Ketua DPRD Bantul, Damba Aktivis menjelaskan dalam refocusing, 30% anggaran memang dialihkan penanganan Covid-19. Jumlah itu, menurut dia cukup banyak. "Terutama untuk BKK awalnya yang bisa mencakup 100 persen kegiatan ternyata tidak bisa sampai 100 persen karena memang ada refocusing," kata dia, Senin (25/10/2021).

Meski terkena refocusing, Damba berusaha mendorong agar program pemberdayaan masyarakat tidak dibatalkan penyelenggaraannya. Upayanya berhasil dengan tidak ada satu titik pun program BKK yang dibatalkan penyelenggaraannya tahun ini.

"Berkaitan dengan BKK yang ada upah kerja untuk masyarakatnya. Jadi saya pikir kalau melakukan refocusing terlalu banyak dampaknya akan tidak maksimal dengan kemandirian ekonomi di masyarakat," ujarnya.

Padahal program pembangunan, diakui Damba, sekitar 90% bersumber dari BKK dengan bentuk kegiatan yang bermacam-macam, mulai dari pengerjaan corblok hingga rehab dan pembangunan talut. "Program ini kemudian yang sedikit membantu kebutuhan nasyarakat yang nemang terdampak Covid-19," tuturnya.

Alhasil, refocusing disepakati tidak mengurangi titik pelaksanaan program BKK. Dijelaskan Damba, agar masyarakat tetap dapat diberdayakan, bukannya jumlah titik penyelangaran program BKK yang dipangkas, tetapi volumenya yang dikurangi.

Semisal bila mulanya panjang jalan yang diperbaiki 150 meter, maka karena refocusing volumenya dikurangi jadi 100 meter saja yang digarap

"Artinya saya pengin semuanya tetap rata. Kalau ada yang kami hilangkan itu nanti kami juga yang bingung mengantisipasinya, kecemburuan sosialnya. Itu yang kemudian kami sepekati, kami kurangi volumenya, artinya semua yang telah terdata tetap semuanya terakomodir," ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Menurut Damba, bila volumenya saja yang dikurangi, sisa pembangunan bisa digarap di tahun berikutnya melalui berbagai skema anggaran. Namun sebaliknya, bila titik pembangunan yang dikurangi, masyarakat tidak memperoleh manfaat stimulus ekonomi maupun pembangunan.

“Berdasarkan catatan saya, ada 54 titik program BKK yang tetap berjalan di 2021,” ucap Damba. 

Selain memastikan program BKK tetap berjalan, Damba secara mandiri juga mendorong pemukihan ekonomi lewat memberikan bantuan sembako rutin. Tindakannya ini lalu diimplementasikan ke fraksi PAN untuk melakukan pembagian sembako ke berbagai wilayah di masyarakat. Total ribuan paket sembako telah dibagikan melalui program ini.

"Saya ini tipikal orang yang enggak bisa diam. Contohnya ketika ada program BKK ini kami turun ke masyarakat untuk mengecek progres yang ada di sana dan apa permasalahan yang ada di sana. Jadi sekali dayung dua pulau terlampaui, kami mengumpulkan warga untuk mengetahui apa saja kebutuhan warga," tandasnya.