Minimalkan Dampak Bencana dengan Aktif Cek Kondisi Lapangan

Subhan Nawawi. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
27 Oktober 2021 09:17 WIB Media Digital Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Sebagai legislator, anggota DPRD Bantul wajib mengetahui langsung potensi risiko bencana di lingkungan masyarakat untuk nantinya bisa mengantisipasi agar dampak bencana nantinya bisa diminimalkan.

Untuk itu, DPRD Bantul terus melakukan inspeksi berkala setiap tahunnya guna mengetahui risiko bencana apa yang akan dihadapi masyarakat. 

Wakil Ketua DPRD Bantul, Subhan Nawawi menjadi salah satu pimpinan legislatif yang aktif memantau langsung risiko bencana di lingkungan masyarakat. Menurut dia, risiko bencana bisa berubah setiap saat tergantung lokasi di sekitarnya.

“Sehingga terjun langsung mengetahui kondisi terkini sangat penting bagi keselamatan masyarakat,” ucap dia, Senin (26/10/2021).

Subhan bersama mitra kerja BPBD Bantul rutin melakukan sidak potensi risiko bencana di lingkunhan masyarakat. Dijelaskan Subhan, dari 75 kalurahan di Bantul, sebanyak 30 kalurahan telah dijajaki.

"Karena permasalahan-permasalahan kan yang ada di tingkat kalurahan. Kemudian di tingkat kapanewon kita juga berkoordinasi dengan para panewu," ujarnya.

"Rata-rata permasalahannya masih seputar bencana Covid-19. Kesulitan mencari oksigen, selter-selter kurang, itu kami evaluasi sehingga anggaran 2021 tetap ada refocusing yang difokuskan di penangan Covid-19," kata dia.

Dari sisi legislasi, Subhan juga ambil bagian dalam pembentukan Raperda tentang Penyakit Menular. Hal ini untuk mengantisipasi adanya bencana penyakit menular yang bisa merebak di lingkungan masyarakat.

Tak hanya Covid-19, Subhan masih menemukan titik-titik rawan bencana longsor hingga banjir di lingkungan masyarakat.

"Banyak, talut longsor belum lama ini di Banguntapan, lalu di Kasihan juga ada. Kami bekerja sama dengan BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] untuk segera mengatasinya," kata dia.

Masyarakat tak perlu khawatir perihal dana. Pasalnya menurut Subhan bila terjadi bencana, penanganan bisa menggunakan anggaran dana tak terduga. "Karena memang kalau anggaran kan bisa dialokasikan. Kalau sifatnya bencana kan tidak terencana, artinya itu segera ditangani," tandasnya.

Terlebih dalam menyambut musim hujan yang akan datang, DPRD bersama Pemkab Bantul tengah menyiapkan strategi penangan bencana yang bisa saja terjadi di lingkunhan masyarakat. "Apalagi sekarang pemerintah bersama kami sudah menyiapkan strategi karena sebentar lagi musim hujan. Kemarin hujan pertama saja sudah ada bencana di Wirokerten [Banguntapan] talut longsor," ujarnya.

Kesiapan Antisipasi

Selain penanganan dan persiapan antisipasi bencana jangka pendek Subhan juga telah mendorong kesiapan antisipasi bencana di lingkungan masyarakat untuk jangka panjangnya. "Yang kami lakukan juga belum lama ini, menyangga tanah longsor itu di Trirenggo, di Sewon juga. Di Giriloyo [Imogiri] juga, di talut makam Sunan Cirebon kan itu kan rawan longsor juga sudah kita antisipasi. Alhamdulillah sudah terealisasi di 2021 ini," jelasnya.

Meski perbaikan untuk mengantisipasi benvana terus dilakukan, Subhan tak menampik masih banyak titik rawan bencana di lingkungan masyarakat. "Masih banyak kalau titik-titik rawan. Selain itu juga kebetulan bermunculan titik-titik baru lagi," terangnya.

Antisipasi jangka panjang juga bisa disinergikan dengan dinas lainnya. Seperti pembangunan jalan rusak yang membahayakan bisa melalui DPUPKP Bantul, lalu pembangunan talut antisipasi longsor dapat melalui Padat Karya Disnakertrans Bantul. 

Tahun depan pun Subhan menjelaskan lokasi-lokasi rawan yang menjadi prioritas karena kerentanan yang tinggi pun telah terdata. Kalau ada bencana bisa segera diantisipasi. 

Subhan berharap dengan kerja-kerja yang dilakukan untuk antisipasi risiko bencanan dapat tepat manfaat bagi masyarakat. "Kami ini kan dipilih oleh rakyat, artinya kita harus selalu siap mengawal aspirasi masyarakat," tegasnya.