BEDAH BUKU Pemikiran Gus Dur Tetap Relevan di Tengah Masyarakat
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Subhan Nawawi./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Sebagai legislator, anggota DPRD Bantul wajib mengetahui langsung potensi risiko bencana di lingkungan masyarakat untuk nantinya bisa mengantisipasi agar dampak bencana nantinya bisa diminimalkan.
Untuk itu, DPRD Bantul terus melakukan inspeksi berkala setiap tahunnya guna mengetahui risiko bencana apa yang akan dihadapi masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Subhan Nawawi menjadi salah satu pimpinan legislatif yang aktif memantau langsung risiko bencana di lingkungan masyarakat. Menurut dia, risiko bencana bisa berubah setiap saat tergantung lokasi di sekitarnya.
“Sehingga terjun langsung mengetahui kondisi terkini sangat penting bagi keselamatan masyarakat,” ucap dia, Senin (26/10/2021).
Subhan bersama mitra kerja BPBD Bantul rutin melakukan sidak potensi risiko bencana di lingkunhan masyarakat. Dijelaskan Subhan, dari 75 kalurahan di Bantul, sebanyak 30 kalurahan telah dijajaki.
"Karena permasalahan-permasalahan kan yang ada di tingkat kalurahan. Kemudian di tingkat kapanewon kita juga berkoordinasi dengan para panewu," ujarnya.
"Rata-rata permasalahannya masih seputar bencana Covid-19. Kesulitan mencari oksigen, selter-selter kurang, itu kami evaluasi sehingga anggaran 2021 tetap ada refocusing yang difokuskan di penangan Covid-19," kata dia.
Dari sisi legislasi, Subhan juga ambil bagian dalam pembentukan Raperda tentang Penyakit Menular. Hal ini untuk mengantisipasi adanya bencana penyakit menular yang bisa merebak di lingkungan masyarakat.
Tak hanya Covid-19, Subhan masih menemukan titik-titik rawan bencana longsor hingga banjir di lingkungan masyarakat.
"Banyak, talut longsor belum lama ini di Banguntapan, lalu di Kasihan juga ada. Kami bekerja sama dengan BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah] untuk segera mengatasinya," kata dia.
Masyarakat tak perlu khawatir perihal dana. Pasalnya menurut Subhan bila terjadi bencana, penanganan bisa menggunakan anggaran dana tak terduga. "Karena memang kalau anggaran kan bisa dialokasikan. Kalau sifatnya bencana kan tidak terencana, artinya itu segera ditangani," tandasnya.
Terlebih dalam menyambut musim hujan yang akan datang, DPRD bersama Pemkab Bantul tengah menyiapkan strategi penangan bencana yang bisa saja terjadi di lingkunhan masyarakat. "Apalagi sekarang pemerintah bersama kami sudah menyiapkan strategi karena sebentar lagi musim hujan. Kemarin hujan pertama saja sudah ada bencana di Wirokerten [Banguntapan] talut longsor," ujarnya.
Kesiapan Antisipasi
Selain penanganan dan persiapan antisipasi bencana jangka pendek Subhan juga telah mendorong kesiapan antisipasi bencana di lingkungan masyarakat untuk jangka panjangnya. "Yang kami lakukan juga belum lama ini, menyangga tanah longsor itu di Trirenggo, di Sewon juga. Di Giriloyo [Imogiri] juga, di talut makam Sunan Cirebon kan itu kan rawan longsor juga sudah kita antisipasi. Alhamdulillah sudah terealisasi di 2021 ini," jelasnya.
Meski perbaikan untuk mengantisipasi benvana terus dilakukan, Subhan tak menampik masih banyak titik rawan bencana di lingkungan masyarakat. "Masih banyak kalau titik-titik rawan. Selain itu juga kebetulan bermunculan titik-titik baru lagi," terangnya.
Antisipasi jangka panjang juga bisa disinergikan dengan dinas lainnya. Seperti pembangunan jalan rusak yang membahayakan bisa melalui DPUPKP Bantul, lalu pembangunan talut antisipasi longsor dapat melalui Padat Karya Disnakertrans Bantul.
Tahun depan pun Subhan menjelaskan lokasi-lokasi rawan yang menjadi prioritas karena kerentanan yang tinggi pun telah terdata. Kalau ada bencana bisa segera diantisipasi.
Subhan berharap dengan kerja-kerja yang dilakukan untuk antisipasi risiko bencanan dapat tepat manfaat bagi masyarakat. "Kami ini kan dipilih oleh rakyat, artinya kita harus selalu siap mengawal aspirasi masyarakat," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan diikuti masyarakat lintas organisasi yang ingin kembali mendalami gagasan Presiden keempat Republik Indonesia (RI) tersebut.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.