Sosialisasi & Desk Registrasi, Upaya BPOM Jogja Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan

Kegiatan sosialisasi dan desk registrasi yang digelar BPOM DIY/Ist
02 November 2021 20:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Sehubungan dengan beredarnya pemberitaan terkait perizinan pangan olahan siap saji yang disimpan beku (frozen food) yang sempat menghebohkan media sosial membuat para pelaku UMKM merasa khawatir bahkan merasa takut untuk mengembangkan atau bahkan menjual produknya.

Untuk itu BPOM merasa perlu adanya penjelasan kepada para pelaku usaha bahwa sesuai Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah No. 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan, bahwa setiap pangan olahan yang diproduksi di dalam negeri atau diimpor untuk diperjualbelikan dalam kemasan eceran wajib memiliki ijin edar.

Sesuai Peraturan Kepala Badan POM No 27 Tahun 2017, ijin edar pangan merupakan legalitas yang diberikan pemerintah kepada pelaku usaha pangan untuk memproduksi dan mengedarkan pangan. Proses pemberian izin edar ini merupakan bentuk pengawasan pre-market, yaitu penilaian keamanan terhadap produk sebelum beredar.

Di tahun 2021 BBPOM di Yogyakarta kembali mengadakan Sosialisasi dan Desk Registrasi dalam Rangka Jemput Bola Registrasi Pangan Olahan yang kedua.

Kali ini tim dipimpin langsung oleh Koordinator Kelompok Substansi Registrasi Pangan Olahan Risiko Tinggi, Siti Elyani, melaksanakan desk registrasi pangan olahan, yaitu evaluasi dan penilaian dokumen pendaftaran produk pangan yang diajukan oleh para pelaku usaha di DIY selama 2 (dua) hari pada tanggal 1 – 2 November 2021.

Kegiatan desk selama 2 hari telah menghasilkan 31 nomor ijin edar baru, dan verifikasi 20 akun perusahaan yang melibatkan 100 UMKM pangan di wilayah DIY.

Dengan dikeluarkannya NIE ini, produk tersebut telah legal untuk diedarkan di seluruh sarana distribusi di Indonesia.

Jemput bola untuk menghasilkan akun perusahaan dan NIE dilaksanakan secara periodik oleh Direktorat Registrasi Pangan Olahan badan POM dengan kerjasama BBPOM di Yogyakarta, sebagai salah satu wujud percepatan pelayanan publik dan dukungan terhadap sektor UMKM untuk bangkit menuju perekonomian yang lebih baik.

Selain kegiatan tersebut juga telah dilakukan Dialog tentang Pangan Beku yang dihadiri oleh: Ketua Komis B DPRD DIY, Kepala BBPOM di Yogyakarta, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Perwakilan Polda DIY (Reskrimsus), Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Perwakilan Dinas Perindustrian Perdagangan DIY, Perwakilan LPPOM MUI DIY, Perwakilan Lembaga Konsumen Yogyakarta
Selama tahun 2020, BBPOM di Yogyakarta bekerja sama lintas sektor telah melakukan pendampingan terhadap UMKM frozen food yang menghasilkan 15 NIE.

Dengan rincian: 4 produk fasilitasi Dinas Koperasi dan UKM DIY, 3 produk fasilitasi Dinas Perindustrian Perdagangan DIY, dan 8 NIE fasilitasi BBPOM di Yogyakarta melalui bantuan uji UMKM.

Di DIY tercatat ada 20 UMKM frozen food dengan jumlah produk 118 frozen food. Pada kegiatan Desk Registrasi Pangan Olahan selama 2 hari (1-2 November 2021) telah menghasilkan 5 produk pangan beku, antara lain: Geblek frozen, Roti Maryam, dan mpek-mpek.

Apabila masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut atau menyampaikan pengaduan, dapat menghubungi lapor.go.id, Contact Center HALOBPOM 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, WhatsApp 0811-9181-533, e-mail [email protected], Instagram @BPOM_RI, Facebook Fanpage @bpom.official, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar POM di Yogyakarta 08112543633, Email: [email protected] (*)