Otoritas Bandara YIA Belum Terapkan Syarat Antigen untuk Penerbangan Jawa-Bali, Ini Alasannya

Suasana bandara Yogyakarta International Airport (YIA) pada Sabtu (1/5/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
02 November 2021 16:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT Angkasa Pura I Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menyatakan belum menerapkan kebijakan Pemerintah Pusat terkait dengan penerapan syarat antigen bagi penumpang pesawat rute Jawa-Bali yang berlaku selama 2x24 jam.

Perseroan masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan maupun Kemendagri.

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan apabila surat edaran terkait dengan penerapan syarat antigen bagi pelaku perjalanan dengan menggunakan moda transportasi udara telah sah berlaku dengan diterbitkannya surat edaran, maka jawatannya siap untuk mengaplikasikannya.

"Sampai dengan hari ini bandara YIA belum menerapkan persyaratan tersebut. Kami masih menunggu surat edaran dari Satgas Covid-19 maupun Kemenhub. Persyaratan perjalanan udara kembali menggunakan antigen bagi calon penumpang yang sudah melaksanakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

BACA JUGA: Benarkah Makan Telur Bikin Radang Sendi Makin Parah?

Bagi calon penumpang yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama tetap menggunakan PCR yang berlaku 3x24 jam," kata Agus Pandu pada Selasa (2/11/2021).

Dikatakan Agus Pandu, perubahan syarat perjalanan bagi calon penumpang yang menggunakan moda transportasi udara dari tes PCR kemudian berganti menjadi antigen dinilai merupakan angin segar bagi Bandara YIA. Kemudahan syarat bagi warga yang ingin bepergian melalui jalur udara menggunakan pesawat dinilai mampu mendongkrak jumlah penumpang.

"Untuk minggu ini sebenarnya ada kenaikan ya. Jumlat penumpang kami sekarang di 5.000 pax per hari. Semoga, setelah ada perubahan peraturan persyaratan penerbangan dalam negeri ini diharapkan bisa kembali seperti bulan Juni lah, rata-rata 6.000 atau bahkan lebih. Rata-rata jumlah penumpang sebelum PPKM itu di 6.000 per hari, itu di bulan Juni ya. Kemudian saat diterapkan PPKM sekitar Juli-Agustus turun sekitar 1.500 an penumpang per hari," terang Agus Pandu.

Perubahan syarat bagi pelaku perjalanan moda transportasi udara juga disambut baik bagi sejumlah calon penumpang di Bandara YIA. Meskipun, perubahan yang terkesan cepat dan tanpa ada sosialisasi yang signifikan cukup merepotkan rakyat dalam memenuhi syarat sebelum terbang menggunakan pesawat.

Salah satu calon penumpang yang ditemui di Bandara YIA yakni, Pinkan, 21, warga Jakarta mengatakan perubahan syarat bagi pelaku perjalanan udara di wilayah Jawa maupun Bali dari PCR beralih ke antigen cukup meringankan beban biaya yang harus ditanggung oleh calon penumpang.

"Menurut saya itu lebih memudahkan para calon penumpang karena kemarin kan tarifnya (PCR) lumayan mahal, terus diturunkan dan digantikan menjadi antigen itu cukup membantu calon penumpang dari sisi biaya ya," terang Pinkan.

Pinkan berharap agar penurunan syarat bagi calon penumpang yang ingin menggunakan pesawat juga dibarengi dengan protokol pencegahan penularan Covid-19 yang ketat. Dikhawatirkan, jika penerapan protokol Covid-19 tidak dilakukan secara disiplin nantinya mampu menimbulkan potensi penularan virus.

Penumpang lainnya yang ditemui di Bandara YIA yakni Novia Budiarti, 26, mengatakan dirinya menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan plinplan dalam memutuskan syarat bagi rakyat sebelum melakukan perjalanan baik menggunakan transportasi udara maupun darat.

"Kalau dari saya kurang nyaman sih karena kita harus selalu update gitu, kalau tiba-tiba kita harus berangkat sewaktu-waktu itu jadi agak merepotkan sih. Untuk kebijakan antigen ya saya setuju sih, soalnya kita sudah vaksin dua kali, terus kalau misal PCR tetap diberlakukan kaya gak make sense aja gitu," ujar perempuan yang ingin bertolak ke Pekanbaru, Riau.